Ulkus Mole Flashcards
Sinonim
Chancroid
Soft chancre
Soft ulcer
Soft sore
Ulcer molle
Definisi
Penyakit ulkus genital akut
Setempat
Dapat autoinokulasi
Disebabkan Haemophilus ducreyi
Gejala klinis khas berupa ulkus di tempat masuk kuman dan seringkali disertai supurasi kelenjar getah bening regional
Epidemiologi
Ulkus mole dan HIV akan saling mempermudah penularan
Masih banyak di daerah tertinggal
Lebih sering pada laki2
Perempuan dapat menjadi pembawa asimptompatik karena ulkus berlokasi di vagina atau serviks dan tidak nyeri
Kelompok populasi yang lebih sering terkena ulkus mole adalah penjaja seks dan orang dengan hygiene buruk
Laki2 yang disirkumsisi risikonya lebih rendah
Etiopatogenesis
Basil gram negatif, tidak berkapsul, anaerob fakultatif (haemophilus ducreyi)
Kuman ini patogen bagi manusia dan menginfeksi kulit genitalia, permukaan mukosa, kgb regional
Terutama menular melalui hub seksual (masuk melalui abrasi mikro saat hub seksual) -> leukosit PMN dan makrofag mengitari bakteri dalam pustul mikro namun tidak bisa menyingkirkan bakteri -> bentuk pustular menjadi ulseratif
Masa inkubasi
3-7 hari, jarang s/d 14 hari
Tanpa gejala prodromal
Masa inkubasi bisa memanjang pada pengidap HIV
Gejala klinis
Diawali papul inflamasi yang cepat berkembang menjadi ulkus nyeri dalam 1-2 hari
Tidak ada gejala sistemik
Ulkus dangkal, multipel, tidak terdapat indurasi, sangat nyeri
Bagian tepi bergaung, rapuh, tidak rata, kulit/mukosa sekeliling ulkus eritematosa
Dasar ulkus dilapisi eksudat nekrotik kuning keabu-abuan dan mudah berdarah jika lapisan tersebut diangkat
Tidak ada stadium vesikel
Tempat masuk kuman
Daerah mudah abrasi akibat trauma
Iritasi yang berkaitan hygiene perorangan yang kurang baik
Penyebaran ulkus
Dapat menyebar ke perineum, anus, skrotum, tungkai atas, abdomen bagian bawah akibat autoinokulasi
Karakteristik ulkus
Dapat terjadi dalam uretra dan menimbulkan keluhan seperti uretritis nongonore
Ulkus pada laki2
Lokasi di preputium, frenulum, sulkus koronarius
Pada laki2 yang tidak disirkumsisi, sebagian besar infeksi mengenai preputium atau jaringan yang diliputinya -> daerah ini lembab dan basah dan paling mudah terluka saat hubungan seksual
Ulkus pada perempuan
Lokasi di introitus, vestibulum, labia minora
Keluhan pada perempuan sering tidak berhubungan dengan ulkus seperti disuria, nyeri saat defekasi, dispareunia atau duh vagina
Ulkus tidak senyeri laki2
Lesi intra vagina jarang dan biasanya tidak begitu nyeri
Bisa pula lesi pada serviks, perineum, anorektum, orofaring
Gejala klinis
Ulkus multipel kadang membentuk kissing lession
50% pasien dijumpai bubo inguinal dan umumnya unilateral
Bubo seringkali berfluktuasi dan mudah pecah
Varian ulkus mole
Dwarf chancroid
Giant chancroid
Follicular chancroid
Transient chancroid
Phagedenic chancroid
Serpigenous chancroid
Papular chancroid
Mixed chancroid
Dwarf chancroid
Lesi kecil
Dangkal
Menyerupai herpes genitalis
Relatif tidak nyeri
Giant chancroid
Ulkus soliter
Besar
Granulomatosa
Di lokasi bubo inguinal yang pecah
Meluas melampaui tepi
Follicular chancroid
Terutama pada perempuan berkaitan dengan folikel rambut di daerah labia mayora dan pubis
Berawal sebagai pustul folikularis
Kemudian membentuk ulkus klasik
Transient chancroid
Sangat dangkal
Segera sembuh
Diikuti bubo inguinal yang khas
Phagedenic chancroid/ulcus molle gangrenosum
Ulkus nekrotik akibat infeksi sekunder oleh fusospirocheta
Menyebabkan destruksi luas genitalia
Serpiginous chancroid
Beberapa ulkus bergabung
Menyebar akibat perluasan ulkus dan inokulasi sendiri
Papular chancroid/ ulcus molle elevatum
Papul berulserasi granulomatosa
Dapat menyerupai donovanosis atau kondilomalatum
Mixed chancroid
Ulkus mole yang nyeri tanpa indurasi terdapat sekaligus ulkus sifilis dengan indurasi dan tanpa nyeri, masa inkubasi 10-90 hari
Komplikasi
Adenitis inguinal (bubo inflamatorik)
Fimosis atau parafimosis
Fisura uretra
Fistel rekto vagina
Infeksi campuran dengan organisme vincentii
Ulkus mikstum
Adenitis inguinal
Paling sering terjadi
Pada separuh kasus
Beberapa hari-3 minggu setelah lesi primer
Biasanya unilateral
Kelenjar membesar, nyeri, kemudian bergabung
Fimosis atau parafimosis
Dapat terjadi akibat terbentuknya jaringan parut pada lesi yang mengenai preputium
Penanganan dengan sirkumsisi
Fisura uretra
Akibat ulkus di glans penis yang bersifat destruktif -> bila mengenai uretra dapat menimbulkan nyeri hebat saat miksi, keadaan dapat diikuti striktura uretra
Fistel rektovagina
Komplikasi pada pasien perempuan
Infeksi campuran dengan organisme vincentii
Ulkus semakin parah dan destruktif
Sukar diobati
Pemeriksaan penunjang
Isolasi H.ducreyi dari lesi atau aspirasi KGB
Biakan H.ducreyi sulit dilakukan (sensitivitas 60-80%)
PCR memberikan hasil cepat, spesifik, sensitivitas lebih baik dibanding kultur namun mahal
Pemeriksaan dari dasar ulkus yang bergaung dengan gram: basil kecil gram negatif yang berderet berpasangan seperti rel kereta api atau sekumpulan ikan yang berbaris (sensitivitas dan spesifisitas kurang dari 50%)
Diagnosis
Temuan H.ducreyi pada kultur atau pcr merupakan diagnosis definitif
Dalam ketiadaan konfirmasi mikrobiologis, dx berdasarkan temuan klinis, epidemiologis dan dx herpes dan sifilis sudah disingkirkan
Dx banding
Sifilis primer
Donovansosis
Herpes genitalis
Bubo ulkus mole -> LGV
Terapi
Siprofloksasin 2x500 mg/hari selama 3 hari
Eritromisin 4x500 mg/hari selama 7 hari
Azitromisin 1 gram PO dosis tunggal
Seftriakson 250 mg IM dosis tunggal
Pengobatan lokal
Kompres atau rendam dalam larutan salin untuk menghilangkan debris nekrotik dan mempercepat penyembuhan ulkus
Aspirasi jarum pada bubo berukuran 5 cm atau lebih dengan fluktuasi di bagian tengah untuk mencegah pecahnya bubo
Prognosis
Jika terapi berhasil, keluhan menghilang dalam 3 hari, ulkus menghilang dalam 1-2 minggu pengobatan
Ulkus besar memerlukan waktu lebih dari 2 minggu
Penyembuhan limfadenitis yang berfluktuasi membutuhkan waktu lama
Beberapa kasus timbul jaringan parut
Bila tidak ada perbaikan klinis, perlu dipertimbangkan ketepatan diagnosis, koinfeksi dengan penyebab IMS lain, pasien terinfeksi HIV, tidak patuh pengobatan, resisten antimikroba