Limfogranuloma Venereum Flashcards
Definisi
Infeksi menular seksual sistemik yang disebabkan Chlamydia trachomatis serovar L1, L2, L3
Bentuk tersering
Sindrom inguinal (limfadenitis dan periadenitis beberapa KGB inguinal medial dengan lima tanda radang akut dan disertai gejala konstitusi yang akan mengalami perlunakan tak serentak
Nama lain
Penyakit nicolas-favre
Limfopatia venerium
Epidemiologi
Terutama terdapat di negara tropikbdan subtropik
Epidemiologi
Laki2 dengan sindrom inguinal > perempuan
Etiologi
Chlamydia trachomatis serovar L1-3
Penyakit segolongan: psitakosis, trakoma, inclusion conjunctivitis
Masa tunas penyakit
1-4 minggu
Gejala konstitusi
Timbul sebelum penyakit mulai dan biasanya menetap selama sindrom inguinal
Berupa malese, nyeri kepala, atralgia, anoreksia, nausea, demam
Gambaran klinis
Bentuk dini: afek primer, sindrom inguinal
Bentuk lanjut: sindrom genital, anorektal, uretral
Waktu terjadinya afek primer hingga sindrom inguinal
3-6 minggu
Waktu bentuk dini hingga bentuk lanjut
1 tahun hingga beberapa tahun
Afek primer
Tidak khas
Tidak nyeri
Berupa erosi, papul miliar, vesikel, pustul, dan ulkus yang tidak nyeri
Umumnya soliter dan cepat hilang
Lokasi afek primer pria
Genitalia eksterna terutama di sulkus koronarius, batang penis.
Uretra (jarang), anus, rektum
Lokasi afek primer wanita
Vagina dalam dan serviks
Sindrom inguinal
Terjadi pada laki2 jika afek primer di genitalia eksterna, umunya unilateral
Terjadi pada perempuan jika afek primer di genitalia eksterna dan vagina 1/3 bawah
Sindrom inguinal lebih sering pada laki2
Karena umumnya afek primer pada perempuan di tempat yang lebih dalam (vagina 2/3 atas) dan serviks -> bukan mengenai kelenjar inguinal medial tapi Gerota
Kelenjar yang terserang pada LGV
KGB inguinal medial (kelenjar regional bagi genitalia eksterna)
LGV penyakit subakut
Ditemukan 5 tanda radang
Periadenitis
Menyebabkan perlekatan dengan jaringan sekitarnya -> terjadi perlunakan tidak serentak (perlunakan biasanya di tengah) -> konsistensi bermacam2
Stigma of groove
2 atau 3 kelompok kelenjar berdekatan dan memanjang seperti sosis di bagian proksimal dan distal ligamentun pouparti dan dipisahkan oleh sulkus
Etage bubonen/bubo bertingkat
Stadium lanjut: penjalaran ke kgb di fosa iliaka, kadang dapat pula ke kelenjar di fosa femoralis, ada kalanya terdapat limfangitis yang tampak sebagai tali keras dan bubonuli
Sindrom genital
Jika sindrom inguinal tidak diobati -> fibrosis kelenjar inguinal medial -> aliran getah bening terbendung -> edema dan elefantiasis (dapat bersifat vegetatif, dapat berbentul fistel dan ulkus)
Elefantiasis
Pada laki2: penis dan skrotum
Perempuan (estiomen): labia dan klitoris
Jika meluas terbentuk elefantiasis genito anorektalis dan disebut sindrom jersild
Sindrom anorektal
Kontak seksual anogenital (pada laki2 dan perempuan)
Afek primer pada vagina 2/3 atas atau serviks (perempuan) sehingga terjadi penjalaran ke kelenjar perirektal (gerota) yang terletak antar uterus dan rektum -> pembesaran kelenjar hanya dapat dipalpasi secara bimanual
Sindrom anorektal
Proses sama dengan sindrom inguinal -> terjadi limfadenitis dan periadenitis -> abses memecah menyebabkan keluarnya darah dan pus saat defekasi -> fistel -> muara fistel meluas menjadi ulkus -> menyembuh dan menjadi sikatriks -> retraksi -> striktura rekti -> mengenai seluruh lingkaran rektum -> keluhan obstipasi, tinja kecil disertai perdarahan -> proktitis yang menyebabkan gejala tenesmus dan keluar darah dan pus dari rektum
Selain ke kelenjar gerota bisa penjalaran ke kelenjar iliaka dan hipogastrik
Sindrom uretral
Jika terbentuk infiltrat di uretra posterior -> abses -> memecah dan menjadi fistel -> dapat terjadi striktur hingga oue berubah bentuk seperti mulut ikan (fish mouth urethra) dan penis melengkung seperti pedang turki
Kelainan lain
Lebih sering pada manifestasi dini
Eksantem berupa eritema nodosum, eritema multiformis
Fotosensitivitas (10-30% bentuk dini), 50% bentuk lanjut
Kelainan mata (sindrom okuloglandular PArinaud): konjungtivitis biasanya unilateral disertai edema dan ulkus pada palepebra
Yang disertai Pembesaran KGB regional dan demam
Kelainan pada fundus: pelebaran pembulih darah berliku2 disertai edema peripapilar
Ssp: meningoensefalitis, hepatosplenomegali, peritonitis, uretritis(dapat disertai ulkus pada mukosa, sistitis dan epididimitis)
Pembantu diagnosis
Diagnosis umumya ditegakkan secara presumptif berdasarkan gambaran klinis yang khas
Gambaran darah tepi
Leukosit normal
LED meningkat (tidak menunjukkan aktivitas penyakit, tapi bisa untuk menilai penyembuhan karena akan menurun saat sembuh)
Hipoproteinemia
Peninggian globulin
Albumin normal atau menurun sehingga perbandingan albumin-globulin menjadi terbalik
Imunoglobulin yang naik: IgA (tetap meninggi selama penyakit aktif, bersama dengan LED dapat menunjukkan keaktivan penyakit)
Tes ikatan komplemen
Titer 1/64 sedang sakit
Lebih rendah berarti pernah sakit
Tes frei
Dari pus penderita LGV yang mengalami abses yang belum memecah -> dilarutkan dalam garam faal dan pasteurisasi
Untuk mendapatkan antigen yang tidak terkontaminasi bakteri diperoleh dari otak tikus yang ditulari
Cara melakukan seperti tes tuberkulin 0.1 cc disuntikkan intrakutan pada anterior lengan bawah dan dibaca setelah 48 jam
Jika infiltrat berdiameter 0.5 cm atau lebih berarti positif
Tes frei
Tidak spesifik karena penyakit segolongan juga dapat memberikan hasil positif
Tes baru memberi hasil positif setelah 5-8 minggu
Positif hanya bisa menunjukkan sedang atau pernah mengalami
Tes frei terbalik
Antigen diambil dari tersangka yang menderita kemudian disuntikkan ke penderita LGV
Sigmoidoskopi dan kolonoskopi
Duh mukopurulen, eritema yang meluas dan mukosa rektum yang rapuh dengan gambaran ulkus menyebar: gambaran khas
Diagnosis banding
Skrofuloderma: tidak ada tanda radang akut kecuali tumor, di inguinal lateral dan femoral
Limfadenitis piogenik: lesi primer masih tampak, leukositosis
Ulkus mole: lesi primer masih tampak, perlunakan serentak
Limfoma maligna: kelainan khas histopatologik, jika masih dini tanpa disertai 5 tanda radang kecuali tumor, tidak terjadi perlunakan
Hernia inguinalis
Tidak ada tanda radang kecuali tumor, tumor akan membesar jika mengejan
Pengobatan
Doksisiklin 2x100 mg peroral selama 21 hari
Eritromisi 4x500 mg 21 hari
Azitromisin 1x500 mg 3 minggu
Insisi dan aspirasi pada bubo yang berfluktuasi
Pengobatan topikal dengan kompres terbuka jika abses telah memecah dengan larutan PK 1/5000
Prognosis
Sindrom inguinal: baik
Bentuk lanjut: buruk