Sindroma Koroner Kronis (Stable Angina) & Sindroma Koroner Akut (Infark Miokard); dr. Gagah Buana P., Sp. JP // EB 2 Flashcards
Factor urtama arterosklerosis adalah
rokok, tekanan darah dan obesitas
Kasus terbanyak arterosklerosis adalah pasien dengan?
Stroke dan istemik heart disease
tempat terjadinya arterosklerosis dimana aja?
Arteri coroner, arteri cerebri, arteri mesenterica, asrteri renalis, dan asrteri ekstremitas bawah
Pathogenesis terjadinya arterosklerosis diawali?
pembentukan Fatty streak
Factor resiko obesitas dengan BMI?
> 30 Kg/m2
4 patogenesis terjadinya arterosklerosis adalah?
factor resiko, pembentukan fatty streak, evolusi dari plak, dan rupture plak
mengapa pada wanita yang masih menstruasi memeiliki resiko lebih rendah aterosklerosis
adanya hormon esterogen yang memperkuat endotel
Factor resiko 5 teratas terjadinya arterosklerosis adalah?
penyakit lipid, hipertensi, DM, Usia/pria/postmenapouse, disregulasi koalugasi
fatty streak disusun oleh
lipid-laden macrophages (foam cells).
fatty streak formation diawali dengan
penebalan tunika intima
pada pembentukan fatty streak, makrofag yang berisi ldl teroksidasi kemudian berkumpul akan membentuk
foam cell
pada evoliso plak, jika terbentuk unstable plak nanti resikonya bisa menyebabkan
trombosis dari rupturnya plak
therapeutic lifestyle changes diet pada aterosklerosis apa saja
Saturated fat <7% of calories, cholesterol <200mg/day
↑viscous fiber (10-25 g/day) & plant sterols (2g/day)
Medikamentosa yang paling sering digunakan untuk arterosklerosis di Indonesia?
Simvastatin 20-40 mg/hari
simvastatin dapat mereduksi LDL berapa %
35-41
Dosis rosuvastatin adalah?
5-10 mg/hari
Dosis atorvastatin adalah?
10 mg/hari
medikamentosa aterosklerosis dengan kemampuan reduksi ldl terbesar
rosuvastatin (39-45%)
yang masuk dalam risk category very high dalam aterosklerosis yaitu
ACS atau CHD dengan DM
LDL Goal pada pasien dengan risiko aterosklerosis very high
70%
LDL goal pada pasien dgn risiko aterosklerosis moderate
<130
LDL Goal pada pasien dngan aterosklerosis high
<100
LDL Goal pada pasien dengan risiko atero low
<160
Rasa tidak nyaman di dada (chest discomfort) dapat disebut dengan?
Angina pektoris
Patofisiologi yang mendasari angina adalah?
aliran darah yang menurun dan kebutuhan konsumsi oksigen meningkat
Patofisiologi yang berhubungan dengan menurunnya aliran darah coroner adalah?
vasospasme, stenosis lumen dan thrombosis
patofisiologi yang berhubungan dengan peningkatan konsumsi oksigen?
Meningkatnya laju denyut jantung, kontraksi jantung, tekanan darah, after load, dan pre load
Kriteria lokasi yang termasuk dalam angina pektoris adalah?
di dada/substernal/sedikit di kiri
Penjalaran yang terjadi pada angina pektoris kemana aja?
Leher, rahang, bahu kiri, punggung kiri, lengan kiri, jari-jari gaian ulnar
Kualitas nyeri yang dialami pasien angina pektoris adalah?
tumpul, tertindih, terdesak, diremas-remas, dada mau pecah, rasa mau mati, tidak bisa ditunjuk
Keluhan penyerta pada pasien dengan angina pektoris adalah?
keringat dingin, sesak nafas, mual, muntah, pingsan dan lemas
seorang pasien dengan keluhan dada tidak nyaman pada restrosternal, saat naik tangga bertambah nyeri dan ketika istirahat nyeri berkurang, diagnosis?
Angina pektoris tipikal
Kriteria dari angina pektoris atipikal adalah?
memenuhi jika 2 dari 3 kriteria
Seorang pasien memiliki keluhan dada tidak nyaman saja, kemungkinan diagnosis?
Nyeri dada non kardiak
Seorang pasien mengeluh nyeri dada sudah 15 menit dengan intensitas nyeri sedang, diagnosis?
Angina pektoris stabil
Durasi untuk pasien dengan angina pektoris stabil berapa lama?
<20 menit
Klasifikasi angina menurut CCS (Canadian Cardiovaskular Seciety) ada berapa?
4
Pasien datang dengan keterbatasan ringan saat aktivitas sehati-hari karena angina termasuk klasifikasi CCS kelas?
II
Pasien datang mengeluh tdiak dapat beraktivitas tanpa rasa tidak nyaman. Angina muncul saat istirahat termasuk klasifikasi CCS kelas?
IV
Pesien datang menyeluh keterbatasan bermakna saat aktivitas sehati-hari karena angina termasuk klasifikasi kelas?
III
Pemeriksaan penunjang angina pektoris stabil?
Stress testing dengan EKG
jika tidak bisa dilakukan stress testing dgn ekg pada dugaan angina maka dilakukan
pencitraan jantung MSCT/SPECT
Jika stress testing positif, atau pada pasien dengan risiko tinggi terjadi ACS maka pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah
arteriografi koroner
Nilai Duke Treadmill Score >=5 memiliki factor resiko PJK?
Rendah
Nilai DTS 4 sampai (-10) memiliki factor resiko PJK?
Sedang
Nilai DTS <= (-11) memiliki factor resiko PJK?
tinggi
Apa yang dilakukan ketika DTS memiliki factor resiko tinggi?
Arteriografi coroner
Terapi farmakologis angina pektoris stabil adalah?
Aspirin 75-162 mg/hari (80 mg/hari), Obat penyekat beta (β-Blocker), Obat penyekat channel calcium (CCB), Nitrogliserin / Nitrat, Kontrol hipertensi, gula darah, & lipid
tatalaksana non farmakologi angina pektoris stabil?
Stop rokok, Stop alkohol, kurangi berat badan, olahraga 30-60 mnt/hari
seorang pasien datang dengan nyeri dada dengan durasi > 20 menit dengan keliuhan penyerta dan intensitas nyeri berat, diagnosis?
ACS/angina pectoris stabil
pada subtipe ACS setelah dilakukan EKG didapatkan gambaran ST elevasi, maka diagnosis
STEMI
pada subtipe ACS setelah dilakukan EKG tidak didapatkan gambaran ST elevasi, maka diagnosis
NSTEMI
utk membedakan NSTEMI dan Unstable Angina maka dilakukan pemeriksaan
enzim jantung troponin
apabila cek enzim jantung meningkat maka dx
NSTEMI
apabila cek enzim jantung tidak meningkat maka dx
UAP
Laki2 usia 70 th datang ke puskesmas
dgn keluhan nyeri dada dipicu oeh
aktivitas berat dan diredakan oleh
istirahat. Pasien sudah tidak aktif
bekerja, tidak pernah olahraga dan
seoran perokok aktif. Pemeriksaan
tanda vital dan pemeriksaan fisik dalam
batas normal. Pemeriksaan EKG normal.
Apakah tatalaksana selanjutnya yg
tepat?
A. Pemeriksaan rontgen thoraks
Ap dan lateral
B. Pemeriksaan angografi coroner
C. Pemeriksaan echocardiography
D. Pemeriksaan EKG stress testing
E. Pemeriksaan MSCT jantung
D. Pemeriksaan EKG stress testing
apa pemeriksaan penunjang yang paling tepat dilakukan sebelum dilakukan rujukan untuk
angiografi koroner dan intervensi koroner subkutan
A. holter & ambulatory blood pressure monitoring
B. ekg istirahat
C. ekg stress testing
D. echocardiografi
E. rontgen thorax ap lateral
C. ekg stress testing
Seorang pria 54 tahun merasakan nyeri di dada bagian prekordial setelah bermain tenis.
Keluhan mereda setelah istirahat (<30 menit) ekg normal apa dx nya?
a. Nyeri dada non cardiac
b. Angina pectoris stabil
c. Angina pectoris unstable
d. ACS
e. Nyeri dada atipikal
b. Angina pectoris stabil
Seseorang merasakan nyeri di dada. Keluhan mereda setelah istirahat (<30 menit).
Pemeriksaan fisik dan EKG dalam keadaan normal. Tatalaksana yang tepat
A. aspirin 80 mg
B. ISDN
C. morfin
B. ISDN
Pemeriksaan untuk mengetahui ST elevasi
a. EKG
b. Echocardiografi
c. Stress test
a. EKG
Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada prekordial pada
saat bermain tenis. Nyeri dirasakan tidak berkurang dengan beristirahat. Hasil pemeriksaan
EB 2 Blok 17 2019
EKG menunjukkan gambaran dalam batas normal. Apakah pemeriksaan penunjang yang
paling tepat untuk mendukung penetapan diagnosis pasien?
A. CRP
B. SGOT
C. Troponin 1
D. Kreatinin kinase
E. Myoglobin
C. Troponin 1
wanita 62 tahun datang dengan keluhan nyeri dada 4 jam yang lalu. nyeri dada prekordial
menjalar ke lengan kiri berlangsung selama 30 menit. nyeri tidak berkurang dengan isdn
sublingual. hasil pemeriksaan ekg didapatkan dalam batas normal. dokter mengusulkan
pemeriksaan troponin sebagai penunjang diagnosis. apa alasan dokter memilih parameter
tersebut?
a. spesifik terdapat hanya di otot jantung
b. meningkat pada kondisi hipoksia otot jantung
c. sangat sensitif dibanding marker infark lain
d. muncul paling awal
e. paling handal untuk diagnostik myokard infark
d. muncul paling awal
. Pasien 55 tahun datang ke IGD mengeluh nyeri dada 3 jam yll selama 60 menit. Pasien takut
karena Orang tuanya dulu meninggal karena jantung koroner. Hasil pemeriksaan Tekanan darah
160/100, nadi 100x/menit, RR 28. EKG normal. Tatalaksana apa yang dilakukan selanjutnya
A. Lakukan reperfusi
B. Lakukan EKG Stress
C. Opname 1x24 jam untuk menyingkirkan penyakit jantung
D. ISBN/antiplatelet, Observasi di IGD, EKG ulang 6 jam lagi
B. Lakukan EKG Stress
Laki2 55 th nyeri dada hilang timbul, nyeri dada tengah, dipicu aktifiras sedang berat dan
membaik saat istirshat. Pasien pensiunan yg inaktif dan tak pernah olahraga. Berhenti merokok 1
tahun lalu. Vs BP 160/90, HR 100x, RR 18x, T 36,7°. Px peningkatan suara vesikuler di apeks
paru kiri dsn ronkhi kasar. Ekg normal
Diagnosis
a. angina pectoris stabil
b. angina pectoris unstable
c. ACS
d. nyeri dada non kardiak
e. nyeri dada ischemi atipikal
d. nyeri dada non kardiak
Pasien 55 tahun datang dengan keluah nyeri dada kiri. Keluhan bertambah ketika pasien makan
dan miring ke kiri. Ekg normal, ldl > 160 , hdl < 88, hba1c >5%, pada pemeriksaan paru
didapatkan ronkhi basah kasar di dada srbelah kiri. Kemungkinan diagnosis
A. Angina pectoris stabel
B. Angina pectoris unstable
C. Sindrom koroner akut
D. Nyeri dada non kardiak
E. Nyeri dada iskemik
D. Nyeri dada non kardiak??
. Seorang laki2 usia 36th nyeri dada ditengah hilang timbul, dipicu aktivitas sedang - berat, dan
mereda saat istirahat.Pasien pensiunan dan aktivitas rendah. Riwayat merokok 1 thn. Px & Ekg
normal. Px kolestrol ldl 166,hdl 24,gula darah puasa 88, hba1c 5%. Terapi jangka panjang untuk
pasien diatas?
A. B bloker + Aspirin + atrovastatin + ISDN
B. B bloker + atrovastatin + ISDN (jika nyeri)
C.CCB + B bloker + simvastatin
A. B bloker + Aspirin + atrovastatin + ISDN
Angina pectoris : aspirin + b blocker/ccb + nitrogliserin/vasodilator. Di
kasus ada dislipidemi jd kasih gol statin
Laki” nyeri dada kiri 3 jam yll dg durasi 60 menit dipicu makan, pindah posisi tubuh ke kiri, hilang
tiba” dan disertai batuk. Pasien perokok aktif dan obese. Pasien takut terkena penyakit vaskuler
karena orang tua meninggal karena penyakit jantung
Terapi awal yg tepat
a. aspirin 80mg/24 jam
b. aspirin 650 mg(forte) per 24 jam
c. as.mefenamat 500 mg
d. isdn sub lingual 5 mg
e. blocker
a. aspirin 80mg/24 jam
Seorang laki-laki berusia 38 thn datang
ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada
yang hilang timbul. Nyeri dada di
tengah, dipicu oleh aktivitas sedangberat. Seorang pensiunan yang
kesehariannya tidak aktif bekerja dan
berhenti merokok sudah 1thn yang lalu.
Tidak ada keluhan penyerta. PX tanda
vital dan pemeriksaan fisik dalam batas
normal. Pemeriksaan IMT nilai 41.
Pemeriksaan EKG normal. Pemeriksaan
lab. Nilai kolesterol LDL 166 mg/dl.
Kolesterol HDL 24 mg/dl. Gula darah
puasa 88 dan HbA1C 5%. apa diagnosis
kerja pada pasien tersebut ?
A. Acute coronary syndrome
B. Angina pectoris stabil
C. Angina pectoris tidak stabil
D. Neri dada iskemik tidak tipikal
E. Nyeri dada non kardiak
B. Angina pectoris stabil
Seorang laki-laki 38 tahun datang ke
poliklinik dengan keluhan nyeri dada
hilang timbul. Nyeri dada ditengah
dipicu oleh aktivitas sedang-berat
diredakan oleh istirahat. Pasien adalah
seorang pensiunan yang sudah tidak aktif
bekerja dan tidak pernah olahraga.
Pasien sudah mencoba berhenti merokok
dari satu tahun yang lalu. Tidak ada
keluhan penyerta. Px vital sign dan px
fisik normal, ekg didapatkan normal.
Pasien memiliki indeks masa tubuh 41.
Hasil px laboratorium didapatkan
kolesterol LDL 166 mg/dl kolesterol
HDL 24 mg/dl. Gula darah puasa 88
mg/dl dan HbA1C 5%. Patofisiologi
yang mendasari keluhan nyeri dada pada
pasien ini adalah?
A. Spasme pada otot dinding dada
B. Inflamasi pada pericardium
C. Tekanan akhir diastolik ventrikel kiri
jantung yang terlalu tinggi
D. Iritasi mukosa lambung disertai
reflux oesophagus
E. Aterosklerosis pada pembuluh
koroner jantung
E. Aterosklerosis pada pembuluh
koroner jantung
. Seorang lakilaki 38 tahun datang ke
poliklinik dengan keluhan nyeri dada
hilang timbul. Nyeri dada ditengah
dipicu oleh aktivitas sedang-berat
diredakan oleh istirahat. Pasien adalah
seorang pensiunan yang sudah tidak aktif
bekerja dan tidak pernah olahraga.
Pasien sudah mencoba berhenti merokok
dari satu tahun yang lalu. Tidak ada
keluhan penyerta. Px vital sign dan px
fisik normal, ekg didapatkan normal.
Pasien memiliki indeks masa tubuh 41.
Hasil px laboratorium didapatkan
kolesterol LDL 166 mg/dl kolesterol
HDL 24 mg/dl. Gula darah puasa 88
mg/dl dan HbA1C 5%. Penanganan
terapi awal pada pasien ini adalah?
A. Asam mefenat 500 mg/oral
B. Aspirin 650 mg (forte) /oral
C. Aspirin 80 mg/oral
D. Obat beta bloker 5 mg/oral
E. Isosobride di-nitrate 5 mg/sub
lingual
D. Obat beta bloker 5 mg/oral
. pathofisiologi yang paling memungkinkan angina pectoris stabil
Penurunan supply o2 dan peningkatan kebutuhan 02
Pasien 60 tahun datang ke igd dengan nyeri
dada tengah setelah mengangkat galon,dengan
keluhan lain sesak nafas,lemah,keringat dingin
dan tidak kunjunh reda, vs td 70/50 nadi: 140
nafas:36 pemeriksaan di dapatkan ronki kasar di
kedua paru tanpa pembesaran jantung,nadi
lemah,akral teraba dingin.kemungkinan terjadi
a.stemi
b curiga acs
c nyeri dada tipikal iskemik miokardium
d acs
e angina pectoris stabil kronik
c nyeri dada tipikal iskemik miokardium