Saraf Tepi 1 Flashcards
Neurofisiologi, neuropathy, Dan plexopathy
Electrodiagnostic study pada CIDP/Chronic Inflammation Demyelinating Polyneuropathy
- sensory NCV tidak memiliki nilai diagnosis.
- latensi distal motorik memanjang
- motor conducting velocity menurun
- F-wave tidak Ada/memanjang
- partial motor conduction block
- abnormal temporal dispersion
Gambaran Electrodiagnostic study pada GBS
Gambaran NCV Dan EMG pada GBS Akut bisa memberikan gambaran normal
Gambaran Electrodiagnostic study pada Carpal tunnel syndrome
CTS ringan : latensi distal median nerve SNAP memanjang (>3.5 m.s) , motor NCS Dan EMG normal
CTS lebih berat : latensi distal median nerve motorik (>4.4 m.s) Dan sensorik memanjang, amplitude CMAP (<4mV) Dan SNAP (<20mV) rendah
CTS berat : terdapat denervasi otot thenar pada pemeriksaan EMG
Pada perbandingan Lumbrical ulnar Dan medianus terdapat perbedaan latensi >0.5 m.s
Tipe serabut otot lurik
- Tipe 1 : oksidasi lambat , Aktivitas ATPase lambat, Kapasitas oksidasi lebar, jumlah mitokondria lebar. Serabut berwarna merah, diameter kecil
- Tipe 2a : serabut glikolisis oksidasi cepat, Aktivitas ATPase cepat, Kapasitas oksidasi sedang, Kapasitas glikolisis tinggi. Serabut cepat, tahan lelah. Serabut berwarna merah, diameter lebar
- Tipe 2b : serabut glikolisis oksidasi cepat, Aktivitas ATPase cepat, Kapasitas oksidasi rendah, Kapasitas glikolisis tinggi. Serabut cepat, mudah lelah. Serabut berwarna pucat, diameter lebar
Degenerasi Wallerian
Rusaknya akson 7-10 pasca injury dpt menyebabkan degenerasi Wallerian.
Distal akson degenerasi sehingga tidak dapat konduksi
Axonal loss, gambaran neuro conductive study
- Amplitudo Potential Aksi berkurang
- Konduksi Velocity normal Atau sedikit berkurang
Neuro Conductive Study, Yang dinilai
Neuro Conductive Study terdiri atas motor dan sensorik
- Amplitudo SNAP /CMAP : mengukur jumlah akson antara area stimulasi Dan area perekaman (mikroVolt)
- Sensory / motorik Latency (onset Dan puncak) : waktu yg dibutuhkan potential aksi utk berjalan antara area stimulasi Dan area perekaman (millisecond)
- Konduksi Velocity : membagi jarak area stimulasi dan perekaman dengan latency (m/s)
Lesi Demyelinisasi gambaran Neuro conductive Study
- latensi memanjang
- slow velocity
- amplitude rendah bisa didapatkan bila terdapat block , ketika saraf Di stimulasi pada proksimal area yg block
Late respon NCV
- F Wave : didapatkan setelah stimulasi supramaksimal saraf motorik. Impulse elektrik berjalan antidromic sepanjang motor akson ke motor neuron, kemudian berbalik berjalan orthodromic ke tempat perekaman otot
- H reflex : electrofisiologi equivalent ankle Reflex (S1 reflex arch) ; didapatkan dengan stimulasi nervus tibia pada fossa popliteal saat merekam soleus. Impulse elektrik berjalan orthodromic melalui sensory afferent, masuk Ke spinal cord, bersinaps dengan anterior horn cell, berjalan menuruni saraf motorik utk direkam Di otot
Insertional activity pada pemeriksaan EMG,
: diukur saat jarum dimasukkan pada otot yg relax.
Meningkat : pada denervasi Dan myotonic disorders
Menurun : pada otot yg digantikan jaringan lemak /connective tissue pada periodic paralysis
Aktivitas spontan pada pemeriksaan EMG. Macam Dan interpretasi
\: Menilai otot saat istirahat. Macam ; - fibrilasi potential - Fasciculasi potential - myokimia - myotonic potential ; Semua Aktivitas spontan menunjukkan abnormal
Yang dinilai pada Motor Unit Potential
MUP didapatkan pada jarum yg dimasukkan Di otot yg kontraksi volunter. Yang dinilai :
- Pola Recruitment
- Morfologi : durasi, amplitude , Dan konfigurasi
Recruitment pada EMG, interpretation
Recruitment mengukur jumlah cetusan MAP yang didapatkan saat peningkatan tekanan kontraksi volunter.
- Pada axon loss : berkurang nya recruitment dengan karakteristik ; jumlah cetusan MAP lebih sedikit Dan lebih cepat Dari yg diharapkan.
- Pada myopathy dengan berkurang nya serabut otot : recruitment awal Dan cepat , jumlah cetusan MAP yg sangat banyak , Durasi pendek, amplitude kecil.
- Pada kelemahan otot shg effort volunter berkurang: recruitment turun dengan cetusan MAP normal
Gambaran motor unit potential pada neuropathy
- Amplitudo MUP Dan Durasi MUP meningkat
- polyphasic; Polyphasic Luas didapatkan pada neuropathy kronik
Gambaran motor unit potential pada myopathy
- Amplitude Dan Durasi MUP turun
- Polyphasic
Proyeksi pre Ganglionic fiber, post ganglionic fiber Dan motor fiber
- Pre Ganglionic fiber : proyeksi rostral pada spinal cord, masuk melalui dorsal horn.
- Post Ganglionic Fiber : proyeksi distal melalui saraf spinal Dan saraf perifer, membawa informasi dari dermatome.
- Motor Fiber : Berasal Dari anterior horn cell pada spinal, proyeksi distal melalui saraf spinal Dan saraf perifer, membawa inervasi motorik ke myotome
Radiculopathy, topis, gambaran NCV Dan EMG
Kerusakan pada intracanal sehingga terjadi:
- kerusakan pre ganglion fiber ; dorsal horn normal, post ganglion fiber normal : SNAP normal.
- kerusakan motorik fiber ; denervasi Dan fibrilasi potential muncul setelah onset 3-6 minggu, recruitment turun, MUP lebar dan polyphasic setelah 3-6 bulan krn proses reinervasi yg umumnya terjadi lebih ke proximal dibandingkan distal
Myasthenia gravis, elektrodiagnosis study
- Motor NCS Biasanya normal
- sensory NCS normal
- Slow Repetitive Nerve Stimulasi (2-3 Hz): terdapat >10% decrement amplitude CAMP
- single fiber EMG : abnormal, yaitu terdapat moment to moment variation pada Motor Unit Potential. Sensitif utk dx MG, namun tdk spesifik.
Lambert Eaton syndrome; electro study
- Sensory NCS normal
- Amplitude CMAP rendah
- increment pada repetitive nerve study rapid stimulation (20-50Hz)
Decrement pada slow repetitive nerve study - Jitter pd single fiber EMG
Ekstremitas atas menerima inervasi Dari radix
C5 - T1
Plexus brachialis dibentuk oleh
Rami anterior radix C5-T1
Nervus Dorsal Scapular menginervasi ; berasal Dari radix
Nervus Dorsal Scapular menginervasi M. Rhomboids Dan Levator scapulae,
Berasal Dari radix C5
M. Serratus anterior diinervasi oleh; yg berasal dari radix
M. Serratus anterior diinervasi oleh N long thoracic, yg berasal Dari radix C5- C7
Trunkus Inferior dibentuk Oleh radix
Trunkus Inferior dibentuk Oleh radix C8-T1
Trunkus media dibentuk oleh radix
Trunkus media dibentuk Oleh radix C7
Trunkus superior dibentuk oleh radix
Trunkus superior dibentuk oleh radix C5 - C6
Erb’s point adalah
Tempat dimana C5 Dan C6 bertemu
Nervus suprascapular menginervasi; berasal dari radix; trunkus
Nervus suprascapular menginervasi m. Supraspinatus Dan infraspinatus, berasal dari radix C5-C6, cabang Dari trunkus superior
Chorda lateral dibentuk oleh
Chorda lateral dibentuk oleh divisi anterior trunkus superior Dan Media
Chorda posterior dibentuk oleh
Chorda posterior dibentuk Oleh divisi posterior trunkus superior, media, dan inferior.
Chorda media dibentuk oleh
Chorda media merupakan kelanjutan dari trunkus Inferior.
Chorda lateral memberikan cabang, Dan berakhir sebagai
Chorda lateral memberikan cabang n. Pectoralis lateral yg menginervasi M. pectoralis major.
Kemudian berakhir sebagai 2 nervus: N. Medianus Dan N. Musculocutaneous
Chorda posterior memberikan cabang ; berakhir sebagai
Chorda posterior memberikan 3 cabang: - nervus subscapularis superior - nervus suprascapular Inferior - nervus thoracodorsal ; inervasi m. Latissimus dorsi Chorda posterior berakhir sebagai - N. Axillaris - N. Radialis
Chorda media memberikan cabang pada, berlanjut sebagai
Chorda media memberikan cabang
- N. Pectoralis media : m. Pectoralis minor
- N. Cutaneous brachial media : sensoris medial arm
- N. Cutaneous antebrachial media : sensorik medial lengan bawah
Chorda media memberikan serabut saraf ke n. Median Dan berlanjut sebagai n ulnaris
N Medianus dibentuk oleh
Chorda media Dan chorda lateral
Saraf yg merupakan cabang langsung Dari radix
N. Dorsal scapulae
N. Long thoracic
Chorda dinamai berdasarkan hubungannya dengan arteri…
Chorda dinamai berdasarkan hubungannya dengan arteri axillaris
Nervus Medianus menginervasi
N. Medianus menginervasi
- Otot lengan bawah; pronator teres (radix C6-C7), flexor carpi radialis (C6-C7), flexor digitorum superficialis(C8-T1), flexor digitorum profundus jari 2-3 (C8-T1), flexor policis longus (C8-T1), pronator quadratus (C7-C8)
- Tangan : abductor policis brevis (C8-T1), Opponent policis (C8-T1), flexor policis brevis (C8-T1), Lumbrical 1-2 (C8-T1)
Plexus lumbosacral terdiri atas
Plexus lumbosacral terdiri atas plexus lumbal Dan plexus sacral yg dihubungkan oleh trunkus lumbosacral
Plexus lumbal dibentuk oleh
Plexus lumbal dibentuk Oleh radix T12-L4
Plexus sacral dibentuk oleh
Plexus sacral dibentuk Oleh radix L4, L5, S1, S2, S3, S4
Trunkus lumbosacral dibentuk oleh
L4, L5
Nervus sciatic dibentuk oleh
Nervus sciatic dibentuk oleh Trunkus lumbosacral (yg berasal Dari L4,L5) Dan plexus sacral (L4,L5, S1,S2,S3)
Merupakan saraf paling besar di tubuh
Plexus lumbal memberikan cabang
3 saraf kecil - ileohipogastric (T12-L1) - ileoinguinal (T12,L1) - genitofemoral (L1,L2) 3 saraf besar - femoralis (divisi posterior L2,L3,L4) - obturator (divisi anterior L2,L3,L4) - lateral femoris cutaneous (L2,L3)
Nervus sciatic terdiri atas divisi ; Dan memberikan cabang membentuk
Nervus sciatic memberikan 2 cabang awal
- nervus gluteus superior
- nervus gluteus inferior
Nervus sciatic terdiri 2 divisi :
- nervus sciatic divisi tibial Di medial
- nervus sciatic divisi peroneus komunis Di lateral. Lebih rentan cidera krn lebih kecil, Dan supportive tissue lebih sedikit.
Kemudian Di proximal fossa popliteal bercabang menjadi
- nervus tibialis
- nervus peroneus komunis
Nervus sciatic mempersarafi
- Nervus sciatic divisi tibial memberi inervasi pada : semitendinosus, semimembranosus, long head biceps femoris, adductor Magnus
- Nervus sciatic divisi peroneus memberi inervasi pada : cabang short head biceps femoris.
Nervus tibial memberikan cabang; menginervasi
N. Tibial menginervasi : gastrocnemius, soleus, tibialis posterior, flexor digitorum longus, flexor hallucis longus
Nervus tibial memberikan cabang nervus suralis. Kemudian pada medial ankle, memberikan 3 cabang terminal : (1) n. Calcaneal (2) n. Medial plantar (3) n. Lateral plantar
Nervus peroneus komunis dibagi menjadi, menginervasi
Nervus peroneus komunis dibagi menjadi 2, yaitu:
- n. Peroneus superficialis : menginervasi m. Peroneus longus Dan brevis, Dan kulit 2/3 bawah aspek lateral Dan kaki dorsal
- n. Peroneus profundus : m.tibialis anterior, ekstensor hallucis , ekstensor digitorum longus Dan brevis, peroneus Tertius. Sensory antara jari 1 Dan 2
Cara membedakan peroneal profundus neuropathy dengan L5 radiculopathy
Pada peroneal profundus neuropathy ;
- terdapat drop foot Tanpa gangguan eversi kaki (krn eversi dipersarafi n. Tibialis (m. Tibialis posterior))
Membedakan peroneal communis dgn L5 radiculopathy
- m. Tibialis superficialis normal
- superficial peroneal SNAP abnormal
Nervus femoral menginervasi
N. Femoral menginervasi: M. Iliacus (hip flexi) (L2,L3) M. Psoas mayor (hip flexi) (L2,L3,L4) Quadriceps (knee extension) (L3, L4) Sartorius (tigh abduksi, fleksi, eksternal rotasi) (L2,L3,L4)
Cabang cutaneous nerve femoralis
- Medial femoral cutaneous
- Intermediate femoral cutaneous
- Nervus saphenous
Cabang ini memberikan informasi sensorik Dari anteromedial thigh, medial leg, medial malleolus arcus kaki.
Nervus obturator menginervasi
Nervus obturator terdiri atas ; - divisi anterior : inervasi adductor brevis, adductor longus, gracilis muscle - divisi posterior : obturator externus Adductor Magnus (juga diinervasi sciatic)
Nervus ulnaris menginervasi
N. Ulnaris didominasi radix C8-T1. Menginervasi : Flexor carpi ulnaris Flexor digitorum profundus Palmaris brevis Abductor digitie minimi Flexor digiti minimi Opponens digiti minimi Lumbrical 3-4 Dorsal interossei Palmar interossei Adductor pollicis Flexor pollicis brevis (bersama N. Median)
Ulnar nerve palsy klinis
- claw hand : jari 4-5 hiperekstensi pada metacarpophalangeal Dan partial fleksi pada interphalangeal.
- waternbeg’s sign : jari 5 abduksi saat istirahat
- froment’s sign : saat Akan adduksi jempol (saat memegang kertas antara jempol Dan telunjuk), jempol menjadi fleksi (krn flexor policis longus Masih intak).
Guyon kanal : terjadi kompresi n ulnar pada pergelangan tangan.
Guyon kanal
Guyon kanal : terjadi kompresi n ulnar pada pergelangan tangan.
Klinis : claw hand, Wattenberg sign, froment’s sign.
Sensasi hipothenar imminen Masih intak
- claw hand : jari 4-5 hiperekstensi pada metacarpophalangeal Dan partial fleksi pada interphalangeal.
- waternbeg’s sign : jari 5 abduksi saat istirahat
- froment’s sign : saat Akan adduksi jempol (saat memegang kertas antara jempol Dan telunjuk), jempol menjadi fleksi (krn flexor policis longus Masih intak).
Nervus radialis menginervasi
M triceps (C6, C7, C8)
M. Brachioradialis (C5,C6)
Extensor carpi radialis longus (C5,C6)
Extensor carpi radialis brevis (C5,C6)
Di bawah siku, n radialis bercabang menjadi 2, yaitu
Di bawah siku, N radialis bercabang menjadi 2, yaitu
- n. Posterior interosseous : supinator (C6,C7), extensor carpi ulnaris (C7,C8), ekstensor digitorum communis (C7,C8), extensor digiti minimi (C7,C8), abductor policis longus (C7,C8), Extensor policis longus (C7-C8), Extensor policis brevis (C7-C8), extensor indicis (C7-C8)
- n. Superficial sensory: dorsolateral setengah , proximal jari 1,2,3
Radial neuropathy
Wrist drop
Median neuropathy
Benedictine sign : saat mengepal, jari 1 tidak dapat fleksi, jari 2 fleksi parsial, jari 4-5 fleksi total
Anterior interosseous neuropathy
- OK sign : saat tangan membentuk OK sign, distal phalang tidak dpt fleksi , krn kelemahan fleksor digitorum profundus jari 2-3.
- Tidak Ada sensorik yg hilang
Erb’s Palsy
Erb’s Palsy : duchenne palsy : lesi trunkus superior plexus brachialis. Pada C5-C6.
Otot yg terpengaruh : m. Deltoid, biceps, brachialis.
Saraf yg umumnya terlibat : n. Suprascapular, n. Musculocutaneous, n axillaris
Etiology :
Terjadi Karena bahu dipaksa turun saat leher fleksi pada arah berlawanan.
Klinis :
- “waiter’s tip position : lengan atas adduksi Dan internal rotasi, lengan bawah fleksi Dan pronasi
Klumke’s Palsy
Lesi plexus brachialis trunkus Inferior, mengenai C8-T1
Klinis :
- claw hands : lengan bawah supinasi, pergelangan Dan jari tangan fleksi
- bila melibatkan T1 bisa terjadi Horner syndrome : myosis, ptosis
Lesi trunkus Inferior, klinis
Lesi pada distribusi C8-T1.
Kelemahan otot yg diinervasi N ulnar Dan median
- kelemahan otot intrinsic tangan
- hilangnya sensoris lengan bawah medial Dan tangan.
Neurogenic thoracic outlet syndrome
: kompresi pada radix C8 T1
Klinis :
- kelemahan otot intrinsic tangan
- hilangnya sensoris lengan bawah medial Dan tangan
Long thoracic nerve injury
Long thoracic berasal Dari radix C5-C6-C7.
Lesi menyebabkan kelemahan m. Serratus anterior, sehingga menyebabkan winging scapulae.
Winging scapulae juga dapat disebabkan kelemahan m.rhomboid
Suprascapular nerve entrapment
Biasanya pada athlete Atau kecelakaan.
Klinis :
- nyeri bahu
- kelemahan m. Supraspinatus : tidak dpt abduksi (30 derajat)
- kelemahan m. Infraspinatus: rotasi bahu saat siku fleksi
Thoracodorsal nerve injury
Nervus thoracodorsal berasal Dari chorda posterior.
Klinis :
- kelemahan m. Latissimus dorsi (adduksi lengan atas)
Lesi C5, klinis
- lesi N dorsal scapulae; inervasi m rhomboids : intrascapular wasting
- lesi N. Phrenicus ; kelemahan ipsilateral diafragma
Axillary neuropathy
Nervus axillary merupakan kelanjutan chorda posterior, membawa terutama serabut C5,C6
N. Axillaris menginervasi
- M. Deltoid (abduksi 30-90 derajat (30 derajat pertama oleh N supraspinatus, trapezius lebih Dari 90 derajat))
-M. Teres minor (eksternal rotasi)
- sensoris lateral atas lengan atas
Musculocutaneous neuropathy
N. Musculocutaneous menginervasi
- m coracobrachialis : fleksi Anterior lengan atas
- m brachialis : fleksi siku
- m. Biceps bracii : fleksi siku , supinasi lengan bawah
Ps : m. Brachioradialis yg diinervasi N. Radialis : supinasi lengan bawah saat ekstensi
Waternberg syndrome/ superficial sensory radial neuropathy
Disestesia /Baal pada dorsolateral tangan.
Tidak Ada kelemahan motorik
Cervical plexus
Terdiri atas Rami anterior C1-C4
Menginervasi
- Levator scapulae
- sensoris kepala posterior Dan leher
S1 radiculopathy, Klinis Dan Diagnosis
Klinis :
- nyeri Dari bokong turun ke paha belakang, tungkai belakang, lateral kaki.
- gangguan sensoris pada dermatom S1, terutama kaki lateral Dan jari kelima.
- kelemahan dominan : plantar flexi Dan toe fleksi.
- reflex deep tendon ankle turun
- SNAP normal
- H reflek turun /tidak ada
- otot yg terpengaruh: abductor hallucis, abductor digitie quinti pedis, soleus, medial Dan Lateral gastrocnemius, ekstensor digitorum brevis, biceps femoris (long+short head), gluteus maximus.
Otot yg sebagian diinervasi S1 : tibialis posterior, fleksor digitorum brevis, gluteus medius, tensor fascia latta
Pronator teres syndrome
Kompresi nervus median saat melewati dua head pronator teres.
Kasus jarang, umumnya berkaitan dengan medial epicondylitis / “ golfer’s elbow”
L2,L3,L4 radiculopathy; beda dengan lumbar plexopathy
Nyeri pada hip Dan groin, menyebar ke paha anterior Dan medial.
Jika melibatkan L4, menyebar hingga medial tungkai.
Pada radiculopathy, SNAP normal, sedang plexopathy abnormal. Paraspinal fibrilasi terlihat pada radiculopathy
nervus femoral cutaneous lateral
saraf berasal Dari L2-L3
- murni sensorik aspek anterolateral paha.
Neurotransmitter utama pada sistem saraf otonom
Norepinephrine Dan Acetylcholine.
Norepinephrine acts on β1-receptors on the sinus node increasing
the heart rate. Epinephrine is released by the adrenal
medulla, and exerts similar actions to norepinephrine at α-
receptor
enteric nervous system
Terdiri atas myenteric Auerbach’s (terkait motilitas usus )
Dan submucosa plexus Meissner (terkait sekresi)
myenteric (or Auerbach’s) plexus that is located between the outer
and inner smooth muscle layers of the gastrointestinal tract and the
submucous (or Meissner’s) plexus, which is located between the
circular muscle layer and the mucosa.
Saraf parasimpatis terdiri atas 2 bagian;
Parasympathetic nervous system terdiri atas:
- cranial portion : serabut yg berasal dari batang otak dan berhenti ke area target melalui :
(1) oculomotor, (2) facial, (3) glossopharyngeal, (4) vagus. - Sacral Portion: S2 s/d S4 spinal cord
, menginervasi genitourinary Dan distal colon
Neurotransmitter dominan pada saraf simpatis Dan parasimpatis
- Preganglion serabut sympathetic Dan parasympathetic
: acetylcholine yang beraksi pada nicotinic receptor pada ganglia. - Postganglion Parasympathetic : acetylcholine.
- postganglionic sympathetic :norepinephrine, kec sweat glands: acetylcholine Dan beraksi pada muscarinic receptors.
Inervasi simpatis ke kepala dibawa oleh
sympathetic innervation to the head is carried by C8-T2,
Sinaps ganglia serabut saraf simpatis dan parasimpatis
Parasimpatis : Ganglia sinaps dekat dengan area target. Serabut preganglion panjang, serabut post ganglion pendek
Simpatis : Ganglia sinaps pada paravertebral. Serabut preganglion pendek, post ganglion panjang
Efek parasimpatis
parasympathetic nervous
system leads to vasodilation, bradycardia, production of bronchial
secretions, gastric acid production, lacrimation, salivation,
pupillary constriction, and erection.
Gray Rami communicantes Dan white rami communicantes
White Rami communicantes membawa serabut saraf preganglion
Gray Rami communicantes membawa serabut post ganglion
Intermediolateral cell column medulla spinalis
Terdiri Dari serabut saraf preganglion simpatis Dari T1-L2
Serabut post ganglion yg mensuplai region thoracic
T1-T4
Serabut post ganglion yg mensuplai region subdiaphragmatic
Serabut post ganglion yg mensuplai region subdiaphragmatic (termasuk pembuluh darah, gastrointestinal, genitourinary) : T5-L2
Inervasi ereksi Dan ejakulasi
- Ereksi diinervasi oleh saraf parasimpatis Dari S3-S4 dibawa oleh nervus pudendus
- Ejakulasi dibawa oleh saraf simpatis , yg dimediasi Oleh arkus reflek ; afferent dibawa oleh nervus dorsalis penis Dan nervus pudendal ke S3-S4, efferent nervus perineal cabang n pudendal
Persarafan micturition
Micturition memiliki komponen volunter Dan involunter.
- Komponen Volunter : external urethral spinchter, dimediasi saraf simpatis Dari L1-L2. Pusat di medial frontal micturition centers
located in the paracentral lobules (the medial continuation of the
precentral gyrus)
- Komponen involunter : m. Detrusor , dimediasi saraf parasimpatis S2-S4. Pusat regulasi reflek destrusor pada pontine
Medulla spinalis terdiri atas
Medulla spinalis terdiri atas 31 pasang spinal nerve roots ;8 cervical, 12 thoracic, 5 lumbar, 5
sacral, and 1 coccygeal
Medulla spinalis terdapat pelebaran pada
Cervical Dan lumbosacral
Pada dewasa , medulla spinalis berakhir pada
L1-L2
Denticulate ligament
ligament extends on both sides of
the spinal cord between the pia mater and the dura mater
Elektrodiagnosis study pada ALS (Amyotrophic lateral sclerosis)
Electrodiagnostic features of ALS include evidence of ongoing
denervation indicated by the presence of spontaneous activity
(fibrillation potentials) and chronic denervation (reduced
recruitment, polyphasic motor units). Other variable features
include fasciculation potentials and motor unit instability
(variability of amplitude of the motor unit and repetitive
discharges). Reduced motor unit recruitment with a rapid firing
rate on EMG reflects compensation of existing motor units for
those that are no longer functional, and only a single motor unit
may be seen to be activated during voluntary contraction in a
severely denervated muscle. Sensory NCS are normal. EMG/NCS is
indicated in the evaluation of a patient with suspected ALS, and
should include evaluation of cervical, thoracic, and lumbosacral
regions routinely, and of bulbar region when clinically affected
Lumbar stenosis. Klinis
Klinis : keluhan nyeri dominan pada tungkai (pseudoclaudicatio / neurogenic claudicatio). nyeri punggung bawah. Nyeri dirasakan tajam, menjalar dari punggung bawah, bokong hingga tungkai. Pada saat berdiri lama dan berjalan, nyeri makin terasa dan disertai baal dan kelemahan tungkai. Baal dan kelemahan membaik saat sitirahat/duduk. Lebih enak tidur miring. Lebih enak jalan Naik daripada jalan turun. Terdapat Gangguan bowel -bladder Pada pemeriksaan fisik ditemukan penurunan refleks achilles dan pulsasi arteri dorsalis pedis positif. Menggunakan sepeda statis tidak nyeri (bedanya dgn claudicatio intermittent, saat Naik sepeda statis terdapat nyeri)
Membaik dengan fleksi lumbal, memburuk dengan ekstensi
Ankylosis spondylitis
Klinis :
- nyeri tumpul punggung bawah, pantat.
- nyeri terutama saat istirahat, bangun tidur. Nyeri membaik dengan Aktivitas. (Pada kondisi memburuk, nyeri terjadi saat istirahat /Aktivitas)
- umumnya berkaitan dengan rheumatoid arthritis
- mobilitas terbatas (nyeri fleksi, ekstensi, lateral)
Cauda Equina Syndrome
Cauda Equina Syndromeoccurs from a central disc herniation and is serious requiring immediate surgical intervention. The symptoms include bilateral leg pain, loss of perianal sensation (anus), paralysis of the bladder, and weakness of the anal sphincter
HNP
Nyeri memberat dengan batuk, bersin, Atau berubah posisi tertentu. Terdapat Rasa kesemutan, Baal, kelemahan.
Lokasi tersering L5-S1
Facet joint syndrome
- episode nyeri Akut, intermittent, terjadi sewaktu waktu. Terutama saat duduk (menyetir Mobil)
- nyeri punggung menjalar ke bokong, tungkai Sisi belakang, jarang menjalar ke depan/lutut seperti pada hernia
Facet joint syndrome is an arthritis-like condition of the spine that can be a significant source of back and neck pain. It is caused by degenerative changes to the joints between the spine bones. The cartilage inside the facet joint can break down and become inflamed, triggering pain signals in nearby nerve endings
Double crush syndrome
kompresi berbeda pada dua atau lebih
lokasi di sepanjang perjalanan saraf perifer yang muncul bersamaan dan
secara sinergis meningkatkan intensitas gejala.
Misal pada CTS Dan radiculopathy cervical
Botulinum toxin electrodiagnostic study
hasil SNAP normal, CMAP didapatkan penurunan amplitudo yang membaik setelah kontraksi maksimal 10 deti, RNS frekuensi 3 Hz mengalami decrement dan RNS frekuensi 30 – 50 Hz dengan kontraksi maksimal didapatkan increment
Botulism included characteristic EMG findings. Decremented response to repetitive nerve stimulation at low frequency (3 Hz) facilitated response to repetitive nerve stimulation at high frequencies (10–50 Hz) and low compound muscle action potential (CMAP). Motor nerve CMAP amplitudes of our patient were slightly lower, and there was more than 50% increase in the amplitudes after 10 s of maximal muscle and consecutive ulnar nerve stimulation showed aggravated incremental response on the high frequencies (20–30 Hz).