FORENSIC MEDICINE Flashcards
INTERPRETASI LIVOR MORTIS (WAKTU)
30min ≤ ditekan hilang ≤ 8h ≤ menetap ≤12h
pengendapan eritrosit thdp gravitasi
INTERPRETASI LIVOR MORTIS (WARNA)
1. Merah ungu
2. Merah bata/cherry red
3. Merah gelap
4. Merah terang
5. Merah coklat
6. Coklat gelap
- NORMAL
- CO
- CO2
- SIANIDA
- NITRIT/BENZENA/ANILIN/POSTASIUM
- FOSFAT
hilangnya ATP karena glikogen habis, perifer —> sentral
INTERPRETASI ALGOR MORTIS (WAKTU)
≥15h sama dengan sekitar
perpindahan kalor
INTERPRETASI PEMBUSUKAN (WAKTU)
Mulai ≥1d. 1-2d marbling, 2-3d bloating. 3-5d stocking
- Pembusukan pada media yang berbeda
- Pembusukan pada organ (cepat, lambat, sangat lambat)
- Hidrolisis lemak, tempat lembap, seperti lilin
- Dehidrasi jaringan, panas/kering
- TAU 1:2:8
- Cepat: otak, hati, lambung. Lambat: esofagus, paru, jantung. Sangat lambat: prostat, rahim
- SAPONIFIKASI
- MUMIFIKASI
Pasal yang mengatur VeR
KUHAP Pasal 133 ayat (1)(2)
Syarat pembuatan VeR
Atas permintaan penyidik (butuh SPV)
Komponen VeR
Pro justitia (pengganti materai), pendahuluan (identitas), pemberitaan (hasil), kesimpulan (diagnosis), penutup
VeR hidup, dibuat langsung, tanpa perawatan lanjut
VeR DEFINITIF
VeR hidup, derajat tidak ditulis, perlu perawatan lanjut:
1. Sudah sembuh/meninggal/pindah RS, tulis derajat luka:
VeR SEMENTARA
1. VeR LANJUTAN
VeR untuk Menentukan penyabab, cara, dan mekanisme kematian
VeR JENAZAH
Autopsi kematian wajar, tidak menyeluruh, IC (+)
AUTOPSI KLINIS
Autopsi kematian tidak wajar, menyeluruh, IC (-) tapi diberitahukan
AUTOPSI FORENSIK
Autopsi untuk pendidikan:
AUTOPSI ANATOMI
DERAJAT LUKA
1. Tidak menimbulkan halangan pekerjaan:
2. Menimbulkan halangan pekerjaan:
3. Bahaya maut/cacat/hendaya pikir ≥4wk/gugur:
- LUKA RINGAN (KUHP 352)
- LUKA SEDANG (KUHP 351/353)
- LUKA BERAT (KUHP 90)
Pecah kapiler/vena
1. 2-4d
2. 5-7d
3. 7-10d
4. >10d
MEMAR/V. CONTUSSUM
(BEHAKUNING: biru 2-4d hemosiderin, hijau 5-7d hematoidin, kuning 7-10d bilirubin, normal >10d)
Jembatan jaringan (+), tepi tidak rata, dermis
ROBEK/V. LACERATUM
Jembatan jaringan (+), tepi tidak rata, epidermis
1. Benda runcing, arah geser tumpukan epitel (+):
2. Geseran benda tumpul, arah geser tumpukan epitel:
3. Lecet gores yang lebih luas:
4. Penjejakan benda, mencekung:
LECET/V. EKSKORIATUM
1. LECET GORES
2. LECET GESER
3. LECET SERUT
4. LECET TEKAN
Jembatan jaringan (-), tepi rata, dalam > panjang
TUSUK/V. PUNCTUM/ICTUM
Jembatan jaringan (-), tepi rata, panjang > dalam
IRIS/V.INCISIVUM/SCISSUM
Fraktur (±), memar (+), panjang = dalam
BACOK/V.CAESUM
Current/electric mark (+), luka bakar derajat ≤2 (endogen/joule) / luka bakar derajat 3 (eksogen)
TRAUMA LISTRIK BUATAN
Aborescent marking/lichtenberg (+), luka bakar/meleleh, fraktur
TRAUMA LISTRIK ALAMI
Ditembak, ciri luka:
1. JAUH >60 cm
2. DEKAT 30-60 cm
3. DEKAT 15-30 cm
4. SANGAT DEKAT <15 cm
5. MENEMPEL 0 cm
TEMBAK/V.SCLOPETORUM
1. Kelim lecet (epidermis hilang), kelim kesat (elemen mengkilat/berminyak)
2. Jauh + kelim tato (butir mesiu tersebar)
3. Dekat + kelim jelaga (jelaga hitam menempel):
4. Dekat + kelim api (luka bakar hipermis):
5. Sangat dekat + jejas laras (jeplakan laras, menempel lemah) + stelata (luka bintang, menempel kuat)
60-30-15-0-tempel
lecet/kesat - tato - jelaga - api - jejas/stelata
Paparan (asam mineral/organik, garam mineral, halogen —> air aki, pembersih karat), luka koagulatif, kering (+), coklat kehitaman (+), kasar (+)
TRAUMA KIMIA ASAM
Paparan (KOH, NaOH, NH4OH —> semen, amonia, lar alkali), luka likuefaktif, basah/edematous (+), merah kecoklatan (+), licin (+)
TRAUMA KIMIA BASA
Pasal Kejahatan Asusila
1. Selingkuh
2. Pemerkosaan
3. Wanita tidak berdaya
4. Wanita dibawah umur
- KUHP 284
- KUHP 285
- KUHP 286
- KUHP 287
Syarat Pemeriksaan Kejahatan Asusila
Diantar polisi DAN ada SPV, dokter TIDAK menyatakan ada/tidak pemerkosaan
Isi Kesimpulan VeR Kejahatan Asusila
- Bukti persetubuhan + perkiraan waktu
- Bukti kekerasan perineum
- Usia korban
- IMS
- Kejiwaan
Tanda pasti dan tidak pasti kejahatan asusila
Tanda pasti: SPERMA DI VAGINA. Tidak pasti: robekan dara, kehamilan, IMS
Lokasi Pengambilan sampel
1. Basah
2. Kering
Basah: dari forniks posterior
Kering: dari bercak pakaian
Penunjang Deteksi Spermatozoa
- Mikroskopis/langsung: waktu persetubuhan. Motil 3-5h, tidak motil 24-36h, pasca kematian 7-8d
- Malachite green: KEPALA MERAH
- Baechi: KEPALA MERAH
Penunjang Deteksi Semen
- Florence: JARUM/RHOMBOID COKLAT GELAP
- Berberio: KRISTAL KUNING HIJAU
- Fosfatase asam: UNGU <30 DETIK
- PAN: MERAH JAMBU
Penunjang Deteksi Darah
- Teichmann/takayama: KRISTAL BATANG COKLAT HEMIN HCL
- Luminol: BIRU TERANG
ASFIKSIA
1. Fase
2. Hasil Pemeriksaan luar
3. Hasil Pemeriksaan dalam
- Fase: dispnea —> konvulsi —> apneu —> akhir (paralisis)
- Pemeriksaan luar: sianosis, tardieu’s spot konjungtiva, lebam mayat luas, busa halus
- Pemeriksaan dalam: organ gelap/berat, tardieu’s spot organ, edema paru
Penutupan lubang sal napas atas, lecet (+)
SMOTHERING/PEMBEKAPAN
Sumbatan jalan benda asing (+), orofaring
GAGGING
Sumbatan jalan benda asing (+), laringofaring
CHOKING
Lingkaran kontinyu, jejas horizontal, liur (-), simpul mati
STRANGULATION/PENJERATAN/POSTMORTEM
Lingkaran terputus, jejas huruf V, liur (+), simpul hidup
HANGING/PENGGANTUNGAN/ANTEMORTEM
Lecet bulan sabit leher (+)
THROTTLING/PENCEKIKAN
Refleks vagal sehingga henti jantung/spasme laring karena air
DRY DROWNING
Aspirasi cairan ke dalam paru
1. Hemodilusi, VF, paru pink ringan, NaCl jantung kanan: TAWAR
2. Hemokonsentrasi, edema paru, paru biru berat, NaCl jantung kiri: LAUT
WET DROWNING
1. TAWAR
2. LAUT
- Hasil Pemeriksaan Luar Drowning
- Hasil Pemeriksaan Dalam Drowning
- Pemeriksaan luar: cutis anserina, mushroom like mass, washer woman hand
- Pemeriksaan dalam: TES DIATOM, tes getter (Cl jantung kiri laut, kanan tawar)
TOKSIKOLOGI
1. Lebam mayat merah bata, kebakaran hebat/mesin menyala:
2. Lebam mayat merah gelap, ruangan sempit:
3. Lebam mayat merah terang, bau almond, bunuh diri/pestisida pertanian:
4. Bau bawang, dehidrasi, flea bitten app, pekerja limbah
5. Nekrosis ginjal, konsumsi air keran:
6. Mual muntah, gagal hati:
7. Hiperaktivitas kolinergik, miosis, pestisida:
8. Nyeri perut, disuria, AKI:
9. Depresi SSP, asidosis, kejang, alkohol oplos:
- CO —> oksigen
- CO2 —> oksigen
- CN —> natrium nitrit / natrium tiosulfat
- AS —> BAL/dimekarpol
- PB —> EDTA
- PARASETAMOL —> N-asetilsistein
- ORGANOFOSFAT —> sulfas atropin
- JENGKOL —> natrium bikarbonat
- ETHANOL —> ethanol
Syarat Infantisida
- Viabel (+): UK >28, PB >35, PB bokong 30-33, BB >2500, LK ≥33
- Lahir hidup: paru mozaik, apung paru (+), tepi tumpul
- Perawatan (-): potongan tali pusat (-), verniks kaseosa (+), susu GIT (-)
TIDAK MEMENUHI SALAH SATU = PEMBUNUHAN ANAK BIASA
Pasal Pembunuhan Anak dan Abortus
1. Pembunuhan anak sendiri
2. Pembunuhan anak sendiri terencana
3. Abortus oleh ibu sendiri
4. Abortus oleh orang lain tanpa izin
5. Abortus oleh orang lain dengan izin
6. Abortus oleh nakes
- KUHP 341
- KUHP 342
- KUHP 346
- KUHP 347
- KUHP 348
- KUHP 349
Tahapan DVI
TKP, postmortem data, antemortem data, reconsiliasi (pencocokan post-ante), debriefing (kembalikan ke keluarga)
IDENTIFIKASI FORENSIK
- Primer: gigi, sidik jari, DNA.
- Sekunder: visual, dokumen, pakaian, BB, TB, warna mata, identifikasi khusus dan umum
INFORMED CONSENT
1. EXPRESSED CONSENT
2. IMPLIED CONSENT
3. INFORMED CONSENT
4. PRESUMED CONSENT
5. MANDATORY CONSENT
6. PROXY CONSENT.
- Lisan dan tertulis:
- Tingkah laku:
- Penjelasan medis lalu TTD tertulis:
- Asumsi persetujuan (ga bilang apa apa):
- Mutlak membutuhkan persetujuan:
- Diwakili:
Urutan Perwakilan IC dan Syarat IC Mandiri
- Urutan suami/istri, orang tua (anak), anak kandung (dewasa), saudara kandung. Gadar + tidak ada perwakilan = TIDAK PERLU IC
- Syarat: ≥18 tahun/sudah menikah, sadar, tidak cacat mental
REKAM MEDIS
1. Pasal
2. Kepemilikan Berkas, Isi
3. Syarat Pembukaan
- Permenkes RI No 269 th 2008
- Berkas milik yankes, isi milik pasien. Ringkasan RM boleh diberikan pasien atas persetujuan pasien
- Boleh dibuka jika: kepentingan kesehatan pasien, permintaan penegak hukum, permintaan pasien, permintaan institusi, pendidikan/audit medis (pasien anonim)
KAIDAH DASAR MORAL
- BENEFICIENCE: terbaik untuk pasien, tidak emergensi, jika tidak dilakukan tidak celaka
- NON MALEFICIENCE: do no harm, emergensi, jika tidak dilakukan celaka
- AUTONOMY: menghargai kemauan pasien, memberi hak —> veracity (jujur, benar), privacy (privasi), confidentiality (rahasia), fidelity (menepati janji)
- JUSTICE: adil
ETIKA KLINIS
- MEDICAL INDICATION: keputusan berdasarkan indikasi diagnostik (akut/kronis/darurat, target terapi, tingkat kesuksesan terapi)
- PATIENT PREFERENCE: keputusan berdasarkan pendapat pasien
- QUALITY OF LIFE: keputusan untuk memberikan kualitas hidup terbaik
- CONTEXTUAL FEATURES: keputusan dengan mempertimbangkan faktor eksternal
EUTANASIA
1. AKTIF
2. PASIF
3. VOLUNTER
4. INVOLUNTER
5. NON-VOLUNTER
- Mempercepat kematian:
- Menghentikan upaya medis:
- Permintaan pasien sendiri:
- Diminta keluarga, pasien sadar dan tidak minta:
- Diminta keluarga, pasien tidak sadar:
PATIENT SAFETY
1. KEJADIAN POTENSIAL CEDERA
2. KEJADIAN NYARIS CEDERA
3. KEJADIAN TIDAK CEDERA
4. KEJADIAN TIDAK DIHARAPKAN
5. KEJADIAN SENTINEL
- Belum kena pasien, keadaan potensi bahaya:
- Belum kena pasien, hampir kena pasien:
- Sudah kena pasien, tidak ada damage:
- Sudah kena pasien, ada reversible damage:
- Sudah kena pasien, ada irreversible damage:
MEDICAL ERROR
1. Near Miss
2. Commission
3. Ommission
4. Professional Misconduct
- Pasien tidak cedera
- Melakukan tindakan yang seharusnya tidak dilakukan
- Tidak Melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan
- Pasien cedera
KELALAIAN MEDIS
1. Lack of Skill
2. Malfeasance
3. Misfeasance
4. Nonfeasance
- Diluar kompetensi
- Tidak sesuai indikasi/salah
- Tidak sesuai SOP/salah langkah
- Tidak melakukan yang seharusnya dilakukan
MALPRAKTEK
1. ETIK
2. PERDATA
3. PIDANA
4. ADMINISTRATIF
- Melanggar etika
- Kerugian sementara pada pasien
- Cacat/meninggal dunia
- Melanggar hukum administrasi
PROCESS OF CARE
1. Acceptable Risk
2. Unforseeable Risk
3. Complication of Disease
- Risiko yang diterima dari pengobatan yang tidak dapat dihindari
- Risiko yang tidak dapat diprediksi sebelumnya
- Perjalanan dari penyakit