BAB IMUN PRACTICE UB Flashcards

1
Q

ITP
definisi:
manifestasi klinis:
evaluasi:

A

Idiopatic thrombositopatik purpura
- trombositopenia karena adanya autoantibodi terhadap antigen platelet
- ptekie, perdarahan (cz trombosit rendah=luka sukar nutup), purpura
- cek trombosit, MDT, cek koagulasi PT dan APTT

How well did you know this?
1
Not at all
2
3
4
5
Perfectly
2
Q

Diabetes tipe 1
manifestasi
4 tahap

A
  • Manifestasi: bb turun, poliurinari, ketourinari, hiperglikemi
    -4 tahapan
  • autoimun sel b, gula darah normal, asimptomp
  • autoimun sel b, abnormal gula darah, asimptomp
  • autoimun sel b, gula darah naik, simptomatis
  • tegakin dm tipe 1
How well did you know this?
1
Not at all
2
3
4
5
Perfectly
3
Q

rhematoid arthritis

A

autoimun yang serang tulang, otot, sendi

How well did you know this?
1
Not at all
2
3
4
5
Perfectly
4
Q

Gejala SLE

A

Malaria rash
fotosensitive
arthritis

How well did you know this?
1
Not at all
2
3
4
5
Perfectly
5
Q

imunologi SLE

A

ANA
dsDNA

How well did you know this?
1
Not at all
2
3
4
5
Perfectly
6
Q

Terapi SLE

A

hidroxychloroquin
glukokortikoid

How well did you know this?
1
Not at all
2
3
4
5
Perfectly
7
Q

Spondyloarthritidies merupaka

A

autoimun yang serang tulang belakang, sendi perifer

How well did you know this?
1
Not at all
2
3
4
5
Perfectly
8
Q

Sjorgen syndrom ciri khas

A

mulut kering
mata kering
jadi sering netesin air mata, nelen ludah

How well did you know this?
1
Not at all
2
3
4
5
Perfectly
9
Q

hallmarks systemic sklerosis

A

-vaskulopati pembuluh darah kecil
-produksi autoantibodi berlebih
-disfungsi fibroblast

How well did you know this?
1
Not at all
2
3
4
5
Perfectly
10
Q

gejala sistemik sklerosis

A

kulit menebal sulit mengerut

How well did you know this?
1
Not at all
2
3
4
5
Perfectly
11
Q

vaskulitidies merupakan

A

autoimun yang menyerang pembuluh darah kecil/besar

How well did you know this?
1
Not at all
2
3
4
5
Perfectly
12
Q

4 tipe hipersensitivitas

A

tipe 1 (IgE): immediate
tipe 2 (IgG/IgM): antibody-immediated
tipe 3 (IgG/IgM): immune complex
tipe 4 (Tcell): T cell immediate

Penting!!! inget inget terus

How well did you know this?
1
Not at all
2
3
4
5
Perfectly
13
Q

perjalanan alergi tipe 1

A

alergen ikatan sama ig E-picu aktivasi dari IL 4 dan IL 5 serta TH2 - aktivasi basofil- sel inflamatori serang basofil -terjadi eritema dan edema

contoh kasus: asma, anafilaksis, alergi

How well did you know this?
1
Not at all
2
3
4
5
Perfectly
14
Q

mediator inflamatory

A

histamin
srs (short reacting substance of anafilaxis)
ecr (eosinophil chemotactic factor of anaphilaxis)
serotonin
thromboxan dan prostaglandin

How well did you know this?
1
Not at all
2
3
4
5
Perfectly
15
Q

mediator inflamatory

A

histamin
srs (short reacting substance of anafilaxis)
ecr (eosinophil chemotactic factor of anaphilaxis)
serotonin
thromboxan dan prostaglandin

semuane sebabkan vasodilatasi dan bronkokonstriksi

How well did you know this?
1
Not at all
2
3
4
5
Perfectly
16
Q

Perjalanan hipersensitive tipe 2

A

cytotoxic hipersensitive muncul saat antibody berikatan dengan antigen membran sel dan aktifkan komplemen yang sebabkan membrane attack complex- sebabkan kerusakan membran sel.

contoh antibody IgG/IgM serang antigen

How well did you know this?
1
Not at all
2
3
4
5
Perfectly
17
Q

perjalanan hipersensitive tipe 3

A

komplek antigen antibodi induksi respon inflamatory jaringan, pdhl seharusnya immune complex itu dihancurkan tp malah terdeposisi di jaringan-sebabkan injury

How well did you know this?
1
Not at all
2
3
4
5
Perfectly
18
Q

perjalanan hipersensitivitas tipe 4

A

CD4 helper T cell sekresi sitokin–terjadi inflamasi dan aktifkan lekosit– sel T bunuh sel target langsung

How well did you know this?
1
Not at all
2
3
4
5
Perfectly
19
Q

3 penyebab hipersensitivity disease

A
  1. autoimunity pada self antigen
    kegagalan mekanisme self tolerance sebabkan sel T dan sel B bereaksi terhadap sel dan jaringan
  2. reaksi terhadap mikroba
    respon imun terhadap antigen mikroba bisa sebabkan kerusakan jaringan kalo reaksi berlebihan atau malah mikroba persisten
  3. reaksi terhadap lingkungan
    individu akan hasilkan ig E setelah terpapar antigen lingkungan
How well did you know this?
1
Not at all
2
3
4
5
Perfectly
20
Q

karakteristik sistem imun normal

A

ketika sistem imun bisa bereaksi terhadap patogen tanpa timbulkan reaksi terhadap self antigen (IMUNOLOGICAL TOLERANCE)

21
Q

autoimunity adalah

A

mekanisme kegagalan sistem imun mengenali self antigen dan menyerang sel maupun jaringan

22
Q

3 Respon limfosit ketika ketemu dengan antigen

A

1.limfosit teaktivasi dan berdiferensiasi menjadi sel efektor, sehingga antigen akan terfagositosis.
2. Limfosit akan di in aktifkan terhadap antigen
3. Limfosit tidak bereaksi terhadap antigen (masa bodoh)

23
Q

Limfosit teaktivasi dan berdiferensiasi menjadi sel efektor, sehingga antigen akan terfagositosis,
ANTIGENNYA DISEBUT

A

ANTIGEN IMUNOGEN

24
Q

Limfosit akan di in aktifkan terhadap antigen, ANTIGEN YANG INDUKSI DISEBUT

A

ANTIGEN TOLEROGENIK

25
Q

Limfosit tidak bereaksi terhadap antigen (masa bodoh), ANTIGEN INI DISEBUT

A

ANTIGEN IGNORANCE

26
Q

Imune tolerance terhadap self antigen diinduksi sewaktu limfosit immature ketemu antigen di organ limfoid disebut

A

CENTRAL TOLERANCE

27
Q

Limfosit mature bertemu self antigen di jaringan

A

Peripheral Tolerance

28
Q

CENTRAL TOLERANCE adalah

A

mekanisme toleransi hanya untuk self antigen di organ limfoid (sutul dan thymus)

toleransi self antigen diluar kedua organ tsb dikelola mekanisme perifer

29
Q

T cell berkembang di thymus untuk kenali self antigen dan blok aktivitas limfosit yang spesifik untuk antigen
a. perkembangan dan fungsi sel tergantung pada faktor transkripsi apa
b. survival dan fungsi regulatory T cell bergantung pada apa
c. Foxp distimulasi oleh

A

a. Foxp3
b. IL 2
c. sitokin TGF B

30
Q

fungsi regulatory T cell

A

inhibisi aktivasi sel T
inhibisi fungsi efektor sel T

31
Q

Pheriferal T lymfosit akan teraktivasi kalo sel T matur kenali self antigen. sehingga akibatkan

A

inaktivasi sel T, Kematian sel T, dan self reactive limfosit ditekan dengan regulatory T cell

32
Q

Fungsi regulatory T cells yang berkembang di pheriferal atau thymus

A

untuk kenali self antigen dan blok aktivasi limfosit terhadap antigen tsb

33
Q

Deletion: dikenalinya self antigen oleh limfosit dapat picu apoptosis yang akan eliminasi limfosit self reactive. 2 mekanisme bagaimana

A

-pengenalan antigen induksi produksi pro apoptotik protein pada sel T: apoptosis jalur mitokondria
-pengenalan antigen aktifkan death receptor dan ligandnya

34
Q

gen yang kuat berkontribusi dalam berkembangnya penyakit autoimun

A

HLA genes dan Tcell mediated autoimun disease

35
Q

peran infeksi pada terjadinya penyakit autoimun

A

infeksi akan membreak anergy sel T dan tingkatkan aktivasi self reactive limfosit krn teraktivasinya APC

36
Q

Reaksi silang antara mikroba self antigen disebut

A

molecular mimicry

37
Q

Perbedaan HIV dan AIDS

A

HIV: virusnya
AIDS: perkembangan infeksi HIV

38
Q

HIV bisa ditularin lewat apa aja

A

darah, air mani, cairan vagina

39
Q

Sel yang diserang HIV

A

CD4: perannya sebagai sistem kekebalan tubuh

40
Q

tempat menempelnya receptor HIV di CD4

41
Q

7 tahap siklus hidup HIV

A

BFR orang IRAB
BINDING: virus nempel di gp120 di permukaan cd4
FUSION:virus bergabung bersama membran sel cd4 dan lepaskan RNA virus
REVERSE TRANSCRIPTION: RNA virus duplikasi jadi DNA dengan bantuan reverse trascription
INTEGRATION: DNA virus masuk dalam nukleus sel cd4 dan berintegrasi jadi dna inang
REPLICATION: replikasi atau pembentukan RNA virus baru
ASSEMBLY: RNA menuju ke permukaan sel dan bentuk virus baru
BUDDING: virus yang matang melepaskan diri dari sel CD4 dan siap menular ke CD4 lainnya

42
Q

cara penularan HIV

A

Lewat cairan darah: transfusi, jarum suntik, donor organ
Lewat hubungan sex: oral ataupun vaginal
lewat ibu: menyusui, hamil, persalinan

43
Q

Deteksi dini HIV dengan apa

A

VCT (voluntary counselling) : tes secara sukarela diawali dengan konseling
PITC (Provider Initiated Testing and Counselling): tes yang dilakukan atas saran petugas kesehatan

44
Q

5 tanda minor terkena HIV

A

Batuk kering ga sembuh2
kulit gatal
herpes zoster
candidiasis di rongga mulut
pembengkakan kelenjar

45
Q

Stadium klinis HIV

A

stadium 1: Limfadenopati
stadium 2: luka sekitar bibir, kulit ruam, herpes zooster, ISPA berulang, ulkus mulus
stadium 3: kandidiasis oral, diare, demam, tb paru, anemi
stadium 4: kandidasis oral esophagus, herpes simplek,limfoma,sarkoma, kanker,tb ekstraparu,abses otak,toksoplasmosis

46
Q

tes diagnosis HIV berprinsip pada

A

informed concent
confidentially (jaga rahasia)
correct test result
connection to care
treatment and prevention

47
Q

2 tes diagnostik HIV

A

metode serologis: deteksi antibody dan antigen:
-rapid immunochromatography test
-metode EIA : enzyme immunoassay
western blot
metode virologis : tes untuk deteksi DNA dan RNA HIV
Fungsi untuk deteksi pada: bayi<18 bulan,infeksi hiv primer,kasus terminal antibody - pdhl gejala klinis mengarah ke aids, konfirmasi hasil yang berbeda

48
Q

tes dikatakan psitif kalo

A

-3 hasil pemeriksaan serologi dengan reagen berbeda hasilnya reaktif
-pemeriksaan virologis secara kuantitatif ataupun kualitatif positif
-tes ulang periode jendela positif

49
Q

fungsi pengobatan ARV

A

-menekan jumlah virus HIV
-daya tahan tubuh terjaga (CD4 meningkat)
- kualitas hidup terjaga