variasi bahasa Flashcards
9 variasi bahasa
- bahasa formal
- bahasa tak formal
- bahasa halus
- bahasa kasar
- bahasa istana
- bahasa basahan
- bahasa baku
- bahasa pasar
- bahasa mesra
maksud bahasa formal
bahasa yang digunakan untuk tujuan-tujuan rasmi sama ada dalam lisan atau penulisan
4 ciri-ciri bahasa formal
- digunakan dalam urusan rasmi oleh pegawai-pegawai di jabatan kerajaan
- perkataan, frasa, dan ayat yang lengkap
- bersifat baku dan mementingkan ketepatan bahasa
- kata panggilan, sapaan, ganti nama diri yang rasmi (beliau, cik, encik, tuan, puan, etc.)
maksud bahasa tak formal
bahasa yang digunakan dalam situasi tak rasmi dalam pertuturan harian
4 ciri-ciri bahasa tak formal
- bahasa bebas
- bertentangan dengan bahasa baku dan formal
- terdiri daripada dialek, slanga, bahasa pasar, bahasa basahan dll. yang tak formal
- bercampur dengan bahasa asing
7 ciri-ciri bahasa halus
- digunakan secara beradat dan sopan santun
- menggunakan strategi untuk melunakkan atau memaniskan percakapan
- untuk menjaga dan menghormati perasaan orang lain
- mewujudkan kemesraan dalam perhubungan
- menggunakan perkataan yang sopan
- menggunakan bahasa pemanis/pelapik/beralas
- menggunakan perkataan bahasa arab
contoh perkataan yang sopan
- sila
- terima kasih
- maafkan saya
- jemput
- tumpang lalu
- maaf mengganggu
contoh bahasa pemanis
- berbadan dua (mengandung)
- buang air besar (berak)
- meninggal dunia (mati)
- orang rumah (isteri)
perkataan bahasa arab dalam bahasa halus
- arwah
- allahyarham/ah
- almarhum/ah
- kembali ke rahmatullah
maksud bahasa kasar
bahasa yang tidak sopan atau tidak manis ditutur
3 ciri-ciri bahasa kasar
- makna berlawanan dengan bahasa halus
- penutur tidak mementingkan amalan sopan santun dalam proses berbahasa
- boleh menyakitkan hati orang yang terlibat
bahasa kasar terbahagi kepada dua
bahasa kasar biasa
- tidak sesuai dengan konteks
bahasa kasar kesat
- ketika sedang marah dengan maki hamun, mencarut, mengutuk dll.
contoh bahasa kasar
- mayat (jenazah)
- anak haram (anak luar nikah)
- melalak (menangis)
- membuta (tidur)
maksud bahasa istana
- bahasa perhubungan dalam kalangan kerabat diraja dan urusan rasmi melibatkan raja dan kerabat yang lain
- bahasa dalam/diraja
4 ciri-ciri bahasa istana
- tergolong dalam bahasa halus kerana pengucapannya yang lunak, lembut dan beradab
- tergolong dalam bahasa baku kerana tatabahasa gramatis
- bentuk akhiran -nda atau -anda dalam konteks kekeluargaan
- banyak ungkapan hormat dalam urusan rasmi
2 jenis ungkapan yang digunakan dalam bahasa istana
pemulukan
- perbuatan menyanjung raja dan meletakkan raja pada taraf tinggi
- Duli yang di-Pertuan, Duli yang Maha Mulia, Ke Bawah Duli
pendinaan
- perendahan diri rakyat terhadap raja
- Pacal yang hina, Patik yang menjunjung titah, Terjunjung di atas jemala patik
maksud bahasa basahan
- bahasa pertuturan harian dalam konteks tidak rasmi
- bahasa cakap mulut (Zaaba)
- bahasa kolokial
5 ciri-ciri bahasa basahan
pemendekan pengucapan
- ni (ini), tau (tahu), saja (sahaja)
mengalami perubahan atau kelainan bunyi
- ambik (ambil), kecik (kecil), bawak (bawa)
perkataan berbeza dari bentuk baku tapi sama maksud
- macam mana (bagaimana), tengah (sedang)
susunan ayat mudah dan ringkas
- bila nak baiki tandas? (bilakah awak hendak membaik tandas?)
banyak dipengaruhi dialek/loghat
- hutang dia bayar lama dah (hutangnya sudah lama dibayar)
maksud bahasa baku
- bahasa yang dipilih dan diterima oleh masyarakat untuk mewakili sesuatu bahasa secara menyeluruh
- bahasa standard
5 ciri-ciri bahasa baku
- mementingkan tatabahasa
- perkataan lengkap
- imbuhan tepat
- frasa sendi nama yang tepat
- sistem panggilan/ganti nama diri yang formal
maksud bahasa pasar
bahasa kacukan antara bahasa melayu dan bahasa lain yang digunakan dalam percakapan antara orang melayu dengan orang lain
8 ciri-ciri bahasa pasar
- tiada penutur jati
- kerap menggunakan ‘punya’
- kata ganti nama diri berbeza dengan bahasa baku (gua, lu, lu olang)
- perkataan umum berbeza dengan bahasa baku, busat (besar), kasi (beri)
- mengabaikan penjodoh bilangan
- tidak mematuhi hukum d-m
- ‘banyak’ sebagai kata penguat’
- penyebutan perkataan dipengaruhi orang bukan melayu
5 istilah lain variasi bahasa
isoglos
- garis atau sempadan pemisah linguistik bagi dua dialek berdekatan
diglosia
- dua variasi bahasa dalam sesuatu bahasa
subdialek
- pecahan dialek
dwibahasa
- 2 bahasa
multibahasa
- lebih dari 2 bahasa
bahasa mesra
bahasa antara orang yang mempunyai hubungan rapat antara satu sama lain
3 ciri bahasa mesra
- panggilan tidak lengkap (pak nik, haji leh)
- pengguna guna nama sendiri yang dipendekkan sebagai kata ganti nama diri pertama (muhammad-mad)
- partikel -lah