Klinis Flashcards
klasifikasi stroke bamford (trauma kepala)
GCS, durasi penkes, abnormalitas CT scan, defek neurologis
minimal: 15, -, -, -
ringan: 13-15, <30min, - , -
sedang: 9-12, 30min - 24jam, +, +
Berat: <8, >24 jam, +,+
bagaimana penatalaksanaan trauma kapitis
- survei primer (ABCDE)
- survei sekunder (AMPLE)
- manajemen TIK
- manajemen suportif lain (co: antikonvulsan, antibiotik)
faktor prognostik yang mempengaruhi pada cedera kepala
GCS, usia, respon dan ukuran pupil, hipoksia, hipertermi, peningkatan TIK
definisi migrain
nyeri kepala primer
intensitas sedang-berat
durasi beberapa jam - hari
disertai gejala lain (fotofobia, fonofobia)
faktor resiko stroke
jantung:
pembuluh darah:
komponen darah:
sebutkan kriteria migrain tanpa aura (5, bercabang)
- durasi
- sifat
a. minimal ada 5 serangan nyeri fasial yg memenuhi kriteri b,c,d
b. durasi nyeri kepala 4-72 jam
c. sifat nyeri minimal 2 dari kriteria:
- lokasi unilateral
- berdenyut
- intensitas sedang-berat
- tidak dapat melakukan aktivitas
d. selama nyeri kepala mengalami minimal 1:
- mual/muntah
- fotofobia dan fonofobia
e. tidak ada diagnosis lain pada ICHD yg sesuai
sebutkan score thwaites
-
sebutkan stadium meningitis tb
stadium 1
stadium 2
stadium 3
sebutkan skor siriraj
-
Nystagmus sentral vs nystagmus perifer
-
definisi bangkitan
gejala/tanda yg timbul SESAAT k/ aktifitas saraf yg ABNORMAL DAN BERLEBIHAN di OTAK
definisi bangkitan epilepsi
bangkitan BERULANG/TERUS-MENERUS
dikatakan epilepsi bila memenuhi kondisi?
- mengalami min DUA bangkitan epilepsi TANPA PROVOKASI/bangkitan refleks dengan JARAK antar bangkitan >24jam
- SATU bangkitan epilepsi TANPA PROVOKASI/bangkita refleks dan bangkitannya dalam 10 tahun hampir sama dengan 2 bangkitan tanpa provokasi
- terdiagnosis sindrom epilepsi
red flags pada nyeri leher
- riwayat trauma
- riwayat infeksi: demam ,malaise, kaku kuduk
- riwayat tumor: penurunan bb, anoreksia, nyeri malam hari
- gangguan berjalan progresif
- defisit motorik dan sensorik progresif
- inkontinensia urin
gejala migrain
gejala umum: berdenyut, unilateral, dapat disertai mual/muntah
definisi TTH
nyeri kepala bersifat episodik maupun kronik, jarang, berlangsung selama beberapa menit-hari
karateristik: bilateral, menekan/mengikat, intensitas ringan-sedang
gejala tth
nyeri kepala bilateral, konstan, diikat tegang otot timbul saat/setelah bangun tidur rf: stress mereda istirahat
definisi cluster
sindrom nyeri kepala berat, unilateral, disertai gejala otonom kranial ipsilateral.
dx cluster
a. minimal ada 5 serangan yang menenuhi kriteria b dan c
b. nyeri berat atau sangat berat unilateral di daerah supra/orbital/temporal selama 15-180 menit
c. minmal 1 gejala berikut yg berlokasi ipsilateral:
- injeksi konjungtiva
- kongesti nasal
- edem kelopak
- keringat dahi dan wajah
- flushing di dahi
- rasa penuh di telinga
- miosis-ptosis
- agitasi/
d. frekuensi: 1x/2hari dan 8x/hari
e. tidak ada diagnosis lain
definisi neuralgia trigeminal (tic douloureux)
nyeri kepala unilateral, nyeri seperti sengatan listrik muncul dan hilang mendadak, lokasi nyeri terbatas cabang trigeminus.
gejala neuralgi trigeminal
a. minimal ada 3 serangan nyeri fasial yang memenuhi kriteria b dan c
b. nyeri terjadi pada >1 cabang trigeminus
c. sifat nyeri memenuhi minimal 3 dari kriteria:
- terjadi berulang secara paroksismal selama beberapa detik hingga 2 menit
- intensitas berat
- kualitas: sengat listrik, tertambak, tertusuk atau tajam
- nyeri dipicu stimulus
d. tidak ada defisiti neurologis
vertigo vestibular vs non vestibular
vestibular: rasa berputar yang timbul pada gangguan vestibular, episodik, mual/muntah, gg pendengaran, pencetus gerakan kepala
non: rasa goyang, melayang, mengambang, timbul pada gangguan propioseptif atau visual, kontinu/konstan, pencetus objek visual
vestibular perifer vs vestibular sentral
perifer: onset akut, keparahan barat, gerakan kepala, gg pendengaran, gx otonom, nistagmus periferal, romberg (mata buka) normal, romberg (tutup) jatuh segala sisi
sentral: onset gradual, mild, -, -, -, nistagmus sentral, romberg (buka) abnormal, jatuh satu sisi
nistagmus perifer vs sentral
perifer laten 2-20s: + durasi: <2menit vertigo sign: + fatigue: + arah: horizontal
sentral - >2menit \+/- - vertikal
definisi GBS
polineuropati akut akibat reaksi autoimun terhadap saraf perifer
manifestasi GBS
berurutan
- infeksi 4 minggu- 6bulan sebelum muncul gejala
- tanda pertama: parestesia dan sedikit baal di ujung jari tangan dan kaki
- nyeri dan tidak nyaman di pinggul paha, punggung.. sebelum muncul kelemahan.
- muncul kelemahan antara 2-4 minggu (ascending)
- gangguan otonom: aritmia, ht dan hipo fluktuatif, retensi urin
- tidak ada demam. limfadenopati (infeksi sebelumnya)
- sindrom miller-fisher: oftalmoplgia komplit, ataksia, arefleksia.
- CIDP
rf GBS
infeksi: campylobacter jejuni (diare - food poisoning), hepatitis, famili herpes, autoimun
operasi sumsum tulang
Definisi tetanus
Penyakit ssp ditandai dengan spasme tonik persisten disertai dg serangan jelas dan keras.
Patofisiologi tetanus
- port d entre clostridium tetani
- adanya disinhibisi tak terkontrol dari saraf motorik eferen
- toksin tetanus menghambat pelepasan nt inhibisi GABA di junction sinaps saraf inhibisi.
Gejala klinis tetanus
- Rigiditas dan spasme otot (defans muscular, rhisus sardonicus, trismus/lockjaw, kuduk kaku, opistotonus)
- Obstruksi laring
- Efek toksi di jantung: miokarditis
- Disotonomi
Grading tetanus kriteria pattel joag
Kriteria 1: rahang kaku, spaseme terbatas, disfagia dan kekakuan otot tulang belakang
Kriteria 2: spasme saja tanpa melihat frekuensi dan derajatnya
Kriteria 3: inkubasi antara 7 hari atau kurang
Kriteria 4: waktu onset adalah 48 jam atau kurang
Kriteria 5: kenaikan suhu axilla sampai 37.6
Derajat 1: kasus ringan minimal 1 kriteria K1 atau K2, mortalitas 0%
Derajat 2: kasus sedang, minimal 2 kriteria (K1+K2), biasanya inkubasi lebih dari 7 hari, onset lebih dari 2 hari, mortalitas 10%
Derajat 3: kasus berat, adanya minimal 3 kriteria, biasanya inkubasi kurang dari 7 hari, onset kurang dari 2 hari, mortalitas 32%
Derajat 4: kasus sangat berat, minkal 4 kriteria, mortalitas 60%
Derajat 5: bila terdapat 5 kriteria, termasuk tetanus neonatorum dan tetanus puerpurium, mortalitas 84%
Masa inkubasi: waktu mulai luka sampatimbul gejala klinis
Periodd onset: waktu mulai gejala klinis pertama hingga timbulnya spasme otot
Semakin panjang onste, prognosis baik
Grading tetanus
Grade 1 (mild): trismus ringan sampai sedang, spastisitas umum, tidak ada penyulit pernafasan, tidak ada spasem, sedijit atau tidak ada disfagia
Grade 2 (moderate) trismus sedang, rigiditas jelas, spasme ringan atau sedang namun singkat, penyulit pernafasan sedang dengan takipneu
Grade 3 (severe) : trismus berat, spastisitas umum, spasme spontan yg lama dan sering, serangan apneu, disfagua berat, spasme memanjang spontan yg sering dan terjadi refleks, Penyulit pernafasan disertai dengan takipneu, serangan apneu, disfagia berat, takikardi, aktivitas sistem saraf otonom sedang yg terus meningkat.
Grade 4 (very sever) : gejala pada grade 3 ditambah gangguan otonom yg berat seringkali menyebabkan ‘autonomic storm’
Penatalaksanaan tetanus
- Eradikasi bakteri kausatif
- Netralisasi antitoksin yg belum terikat
- Terapi suportif selama fase akut
- rehabilitasi
- Imunisasi
- Manajemen luka