BAB 4 SENDI (ARTIKULASI) Flashcards
Persendian (artikulasi) adalah
hubungan antara dua tulang atau lebih, baik yang dapat digerakkan maupun yang tidak dapat digerakkan
Komponen penunjang persedian yaitu
ligamen, kapsul sendi, cairan sinovial, tulang rawan hialin dan bursa
Ligamen merupakan
jaringan ikat fibrosa yang berfungsi mencegah pergerakan sendi secara berlebihan dan membantu mengembalikan tulang pada posisi asalnya setelah melakukan pergerakan
Kapsul sendi yaitu
struktur tipis, tetapi kuat di dalam sendi yang berperan untuk menahan ligamen
Kapsul sendi terdiri atas dua lapisan
yaitu kapsul sinovial dan kapsul fibrosa
Kapsul sinovial merupakan
jaringan fibrokolagen agak lunak yang tidak memiliki saraf reseptor dan pembuluh darah
Kapsul sinovial berfungsi
menghasilkan cairan sinovial sendi dan membantu penyerapan makanan ke tulang rawan sendi
Kapsul fibrosa merupakan
jaringan fibrosa yang keras serta memiliki saraf reseptor dan pembuluh darah
Kapsul fibrosa berfungsi
memelihara posisi dan stabilitas sendi serta memelihara regenerasi kapsul sendi
Cairan sinovial merupakan
cairan pelumas yang menunjukkan gesekan berjalan lancar, halus, dan tidak menimbulkan rasa nyeri atau sakit
Minyak sinovial mengandung berbagai jenis nutrisi serta campuran gas
oksigen, nitrogen, dan karbon
dioksida.
Tulang rawan hialin terdapat di
bagian ujung tulang
Tulang rawan hialin berfungsi sebagai
bantalan sendi agar tidak nyeri saat bergerak.
Bursa merupakan
kantong tertutup yang dilapisi membran sinovial dan terletak di luar rongga sendi
Berdasarkan strukturnya, persendian dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
- Persendian fibrosa
- Persendian kartilago
- Persendian sinovial
Persendian fibrosa yaitu
persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh oleh jaringan ikat fibrosa
Persendian kartilago yaitu
persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh oleh jaringan kartilago (tulang rawan)
Persendian sinovial yaitu
persendian yang memiliki rongga sendi dan diperkokoh oleh jaringan ikat ligamen dan kapsul sendi
Berdasarkan gerakannya, persendian dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu
1) Sendi sinartrosis (sendi mati)
2) Sendi amfiartrosis
3) Sendi diartrosis (sendi sinovial)
Sendi sinartrosis (sendi mati) adalah
sendi yang tidak dapat digerakkan karena tidak memiliki celah sendi dan dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa atau kartilago.
Jenis Sendi sinartrosis (sendi mati) yaitu :
a) Sinartrosis sinfibrosis
b) Sinartrosis sinkondrosis
Sinartrosis sinfibrosis adalah
sendi yang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa berbentuk serabut yang mengalami penulangan
Hubungan antartulang tengkorak disebut
sutura
Sinartrosis sinkondrosis adalah
sendi yang dihubungkan dengan jaringan tulang rawan (kartilago) hialin
Setelah sinkondrosis berosifikasi disebut
sinostosis
Sendi amfiartrosis adalah
sendi dengan pergerakan terbatas akibat tekanan
Jenis-jenis sendi amfiartrosis yaitu
a) Simfisis
b) Sindemosis
c) Gomposis
Simfisis yaitu
sendi yang dihubungkan oleh kartilago (tulang rawan serabut)
Contoh simfisis
sendi antartulang belakang dan sendi simfisis pubis(tulang kemaluan)
Sindemosis yaitu
sendi yang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen
Contoh sindemosis
sendi antartulang betis (fibula) dan tulang kering (tibia)
Gomposis merupakan
sendi pada tulang berbentuk kerucut yang masuk ke dalam kantong tulang
Contoh gomposis
tulang gigi yang tertanam dalam kantong tulang rahang
Sendi diartrosis (sendi sinovial) adalah
sendi yang dapat bergerak bebas
Sendi diartrosis dapat dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu
a) Sendi engsel (sendi berporos satu)
b) sendi peluru
c) Sendi pelana (sendi timbal balik)
d) Sendi putar
e) Sendi luncur (Sendi geser)
f) Sendi kondiloid (sendi ellipsoid)
Sendi engsel (sendi berporos satu) bergerak
bergerak ke satu arah seperti pintu, memiliki dua ujung tulang berbentuk engsel, dan berporos satu.
Contoh Sendi engsel (sendi berporos satu)
sendi pada siku, lutut, mata kaki, dan ruas antarjari
Sendi peluru memiliki
gerakan bebas ke segala arah, ujung tulang berbentuk lekuk dan bongkol, serta berporos tiga.
Contoh sendi peluru
sendi tulang gelang bahu dengan tulang lengan atas
dan
sendi tulang gelang panggul dengan tulang paha
Sendi pelana (sendi timbal balik) bergerak
bebas seperti gerakan orang yang mengendarai kuda dan berporos dua
Contoh Sendi pelana (sendi timbal balik)
sendi antara tulang pergelangan tangan (karpal) dengan telapak tangan (metakarpal) pada ibu jari
Sendi putar bergerak
dengan pola rotasi dan memiliki satu poros
Contoh sendi putar
sendi antara tulang hasta dan pengumpil serta sendi antara tulang atlas dengan tulang tengkorak
Sendi luncur (sendi geser) memiliki
gerakan menggeser, tidak berporos, dan memiliki ujung tulang yang agak rata
Contoh sendi luncur (sendi geser)
sendi antartulang pergelangan tangan, antartulang pergelangan kaki dan antara tulang selangka dengan tulang belikat
Sendi kondiloid (sendi ellipsoid) memiliki gerakan
ke kiri dan ke kanan atau ke depan dan ke belakang, berporos dua serta memiliki ujung tulang yang salah satunya berbentuk oval dan masuk ke dalam lekuk berbentuk elips
Contoh sendi kondiloid (sendi ellipsoid)
sendi antara tulang pengumpil dengan tulang pergelangan tangan